Kompas.com - 20/08/2013, 13:51 WIB
|
EditorKistyarini

MALANG, KOMPAS.com
 — Puluhan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, menggelar aksi di depan kantor rektorat kampus setempat, Selasa (20/8/2013).

Mereka akan menjual ginjal masing-masing karena surat permohonan penundaan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) yang mereka ajukan ditolak.

Aksi mahasiswa dimulai dari depan gedung kuliah bersama dilanjutkan ke beberapa gedung fakultas dan finis di depan gedung rektorat. Mereka membawa poster bertuliskan "Saya mahasiswa UB berniat menjual ginjal demi lanjut kuliah".

Kepada Kompas.com, Ahmad Syaifuddin Zuhri, perwakilan mahasiswa yang bermasalah dengan SPP, menjelaskan bahwa ada puluhan mahasiswa yang siap menjual ginjalnya demi membayar SPP.

"Kita ditolak meminta surat penundaan yang ditolak karena sudah ada SK Rektor UB terkait pemberhentian penundaan SPP UB," katanya.

Mahasiswa lainnya, Megawati dan Galih Putra, juga siap menjual ginjal. Menurut Galih, dia pernah diterima di program Bidik Misi. "Namun, tiba-tiba digagalkan, tanpa ada pemberitahuan," kata Galih, mahasiswa FISIP UB.

Galih mengaku sudah mengajukan penundaan pembayaran, tetapi ditolak karena sudah ada SK Rektor UB itu. "Jika tidak melunasi SPP atau tidak membayar KRS, harus terminal dulu. Itu sudah opsi terakhir dari pihak rektorat," katanya.

Galih dan mahasiswa lainnya sudah mengajukan surat penundaan pada Senin (19/8/2013) kemarin. Namun, jawaban pihak rektorat adalah jika tidak bisa membayar SPP, mereka diminta meminjam ke bank.

"Hal itu yang menjadi kami tersakiti. Hal itu malah bukan meringankan kami karena bunga bank sangat besar, dari 0,3 sampai 15 persen," katanya.

Galih mengatakan, banyak mahasiswa FISIP UB yang bernasib sama dengan dia. "Penundaannya ditolak," akunya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Gubenrur Jatim Berikan Bantuan Sambungan Listrik PLN untuk 1.951 Penyintas APG Semeru

Regional
Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Lumpy Skin Disease Ancam Ketahanan Pangan

Regional
Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Sambut Panen, Gubernur Riau Hadiri Gebyar Makan Durian Bantan 2022

Regional
Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Ketua TP-PKK Riau Riau Kunjungi Dua Panti Asuhan di Bengkalis

Regional
Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Gubernur Khofifah Optimistis Gelaran SPE 2022 Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Jatim

Regional
Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Bupati Jekek Minta Generasi Muda Beri Warna Baru untuk Dunia Pertanian

Regional
Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Ujaran Kebencian Jelang Pemilu 2024 Meningkat, Masyarakat Papua Diimbau Lakukan Hal Ini

Regional
Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Cegah Penyebaran PMK, Bupati Wonogiri Perketat Pengawasan di Pasar Hewan

Regional
Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Patuh Sampaikan LHKPN, Gubernur Riau Syamsuar Dapat Apresiasi dari KPK

Regional
Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Mulai Juli 2022, Pemkab Wonogiri Cover Iuran BPJS Ketenagakerjaan Seluruh Perangkat RT dan RW

Regional
Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Lestarikan Lingkungan, Pemprov Papua Tanam 1.000 Pohon Sagu di Jayapura

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.