Kompas.com - 19/08/2013, 16:35 WIB
Seluruh kepala lapas dan kepala rutan di Sulawesi Tenggara, hadiri rapat koordinasi antisipasi dini aksi kerusuhan di dalam lapas dan rutan. Pertemuan itu dilakukan menyusul adanya kerusuhan di lapas Labuhan Ruku, Sumatera Utara KOMPAS.com/ Kiki Andi PatiSeluruh kepala lapas dan kepala rutan di Sulawesi Tenggara, hadiri rapat koordinasi antisipasi dini aksi kerusuhan di dalam lapas dan rutan. Pertemuan itu dilakukan menyusul adanya kerusuhan di lapas Labuhan Ruku, Sumatera Utara
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com — Untuk mengantisipasi adanya kerusuhan di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) seperti yang terjadi di Lapas Labuhan Ruku, Batu Bara, Sumatera Utara, Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara mengumpulkan seluruh kepala lapas dan kepala rumah tahanan (rutan) di Kendari, Senin (19/8/2013).

Enam kalapas dan karutan yang ada di Sultra diminta untuk mengidentifikasi secara dini masalah-masalah yang terjadi di tempat tugas mereka.

Kepala Divisi Pemasyarakat Kemenhuk dan HAM Sultra Sarlotha Merahabiah menjelaskan, rapat koordinasi dengan mengumpulkan seluruh kalapas dan karutan pada enam penjara di Sultra guna mencegah secara dini aksi kerusuhan di lapas dan rutan Sultra.

“Jadi kami langsung gelar rapat hari ini di kantor setelah adanya kerusuhan di Lapas Labuhan Ruku. Agenda rapat itu membicarakan solusi antisipatif untuk mencegah keributan dan aksi pembakaran di lapas dan rutan di Sultra,” ungkap Sarlotha di kantornya, Senin (19/8/2013).

Apalagi, menurutnya, enam penjara yang dihuni napi dan tahanan di Sultra hampir semuanya melebihi kapasitas. Oleh karena itu, pihaknya mendeteksi secara dini kemungkinan bibit-bibit keributan yang bisa ditimbulkan dalam penjara tersebut.

“Makanya hak-hak narapidana sedini mungkini selalu dipenuhi. Kami di Sultra telah menyiapkan kebutuhan dasar para napi dan tahanan, misalnya makanan, ketersedian air bersih, listrik tetap menyala dan kebutuhan lainnya. Selain itu, kamar mandi dan toilet juga tidak mampet sehingga para penghuninya tidak mudah emosi,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata Sarlotha, pihaknya juga melakukan pendekatan secara persuasif. Misalnya dengan menggelar kegiatan keagamaan, olahraga, dan keterampilan lainnya.

“Kami juga lakukan pendekatan dengan penuh kasih sayang, sebab mereka adalah manusia yang perlu diperlakukan secara baik. Kami juga memberikan kemudahan pembebasan bersyarat dan cuti bersyarat serta remisi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengelar penandatanganan nota kesepakatan dengan pihak kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan untuk menangani keamanan narapidana.

Di tempat yang sama, Kapalas Kendari Lukman Amin mengakui warga binaan yang menjadi penghuni lapas telah melampaui kapasitas lapas.

“Di Lapas Kendari ada sekitar 352 orang, sementara daya tampungnya hanya 270 warga binaan,” ujarnya.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala Rutan Kolaka Sopian. “Rutan Kolaka juga melebihi kapasitas, idealnya 150 orang daya tampung, tetapi sekarang ada 247 orang yang menjadi penghuni rutan,” tegasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X