Bawaslu Temukan 17.169 Pemilih Belum Masuk DPT

Kompas.com - 19/08/2013, 12:06 WIB
Petugas memasukkan data pemutakhiran pemilih pemilu 2014, di Kelurahan Kenari, Jakarta, Selasa (4/6/2013). Komisi Pemilihan Umum mulai melakukan pendataan daftar pemilih untuk ikut dalam pemilihan umum 9 April 2014. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Petugas memasukkan data pemutakhiran pemilih pemilu 2014, di Kelurahan Kenari, Jakarta, Selasa (4/6/2013). Komisi Pemilihan Umum mulai melakukan pendataan daftar pemilih untuk ikut dalam pemilihan umum 9 April 2014.
EditorKistyarini

SURABAYA, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pemilu Jawa Timur menemukan 17.169 pemilih belum masuk daftar pemilih tetap untuk Pilkada Jatim pada 29 Agustus. Banyak pemilih belum terdaftar karena ketidaktelitian petugas penyelenggara dan perubahan status warga.

”Data ini akan dibawa ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) Jatim Senin (hari ini),” kata Ketua Bawaslu Jatim Sufyanto seusai rapat koordinasi pengawasan daftar pemilih tetap (DPT) di Surabaya, Jatim, Minggu (18/8/2013).

Sebelumnya, KPU Jatim telah menetapkan pemilih untuk pilkada sebanyak 30.019.300 orang meliputi 14.805.723 laki-laki dan 15.213.577 perempuan.

Menurut Sufyanto, Bawaslu memonitor secara ketat penetapan DPT untuk menjamin hak pilih warga Jatim yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih. Ketepatan dalam merekapitulasi DPT juga untuk mencegah adanya protes dari pasangan calon ataupun pihak lain yang nanti tidak puas dengan hasil pemilihan.

Temuan itu belum termasuk sekitar 2.000 korban lumpur Lapindo yang berpindah domisili dari Sidoarjo ke Gempol, Pasuruan. ”Selain itu, masih ada sejumlah kecamatan di Bondowoso dan Trenggalek yang belum masuk,” kata Sufyanto.

Anggota KPU Jatim, Agus Mahfud Fauzi, mengatakan, data dari Bawaslu dapat digunakan untuk penetapan DPT perubahan, Kamis (22/8). Namun, KPU akan memastikan validitasnya dengan membandingkan data dari Panitia Pemungutan Suara yang direkapitulasi per tempat pemungutan suara (TPS). Ada 71.033 TPS di Jatim.

Dalam kampanye, Minggu, para juru kampanye mengingatkan perlunya antisipasi kecurangan dalam pemilihan. Joko Widodo, juru kampanye dari pasangan Bambang DH-Said Abdullah, yang juga Gubernur DKI Jakarta, mengingatkan, kader PDI-P Jatim yang diterjunkan sebagai saksi di TPS agar mewaspadai penghitungan suara setelah pemungutan selesai. ”Itu harus diawasi. Kemenangan partai sangat mengandalkan dukungan kita dan tidak kepada siapa-siapa,” kata Jokowi di Ngawi.

Ribuan muslimat, fatayat, dan nahdliyin menyambut kedatangan calon gubernur, Khofifah Indar Parawansa, dalam halalbihalal muslimat dan fatayat di GOR Ken Arok, Kota Malang. Khofifah berjanji mengurangi tingkat putus sekolah di kalangan anak-anak petani, buruh, dan nelayan. Caranya, dengan membangun asrama di pesantren untuk anak-anak nelayan, petani, dan buruh miskin. ”Jika hanya digratiskan biaya sekolah, saat pulang ke rumah mereka bisa saja tidak melanjutkan sekolah. Kalau diasramakan, insya Allah keberlangsungan pendidikan terjamin,” ujar Khofifah.

Soekarwo mendatangi Lumajang dengan menyapa pedagang di Pasar Besar Lumajang kemudian menggunakan becak menyusuri Jalan HOS Cokroaminoto hingga Alun-alun Lumajang. Selain itu, dia juga menemui sekitar 1.000 perempuan dari sejumlah elemen di Lumajang. Saifullah Yusuf berkampanye terbuka di Purwosari.

Eggi Sudjana-M Sihat berkampanye di Bojonegoro, Lamongan, dan Tuban. Mereka menyapa pedagang dan warga di sejumlah pasar. (ILO/ACI/ODY/DIA/ETA/NIT)

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X