Kompas.com - 17/08/2013, 20:31 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri
HARUKU, KOMPAS.com — Yohanis Malawau pernah ditahan karena melakukan makar mengibarkan bendera Republik Maluku Selatan (RMS) di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tahun ini, untuk pertama kalinya, dia mengikuti upacara Kemerdekaan RI.

Yohanis tidak sendiri, seluruh warga Desa Aboru, Kecamatan Haruku Kabupaten Maluku Tengah, juga merayakan HUT Kemerdekaan RI. Warga yang kebanyakan mantan tokoh RMS ikut hadir dalam perayaan HUT Ke-68 RI tersebut, Sabtu (17/8/2013). Peringatan HUT Kemerdekaan RI di Desa Aboru ini diprakarsai oleh Danrem 151 Binaya, Kolonel Inf Asep Kurnaidi.

Seusai upacara, Yohanis mengatakan, mereka memperingati HUT kemerdekaan Indonesia tanpa ada paksaan dari siapa pun. Dia mengakui bahwa selama ini kebanyakan warga di Desa Aboru hanya dibodoh-bodohi oleh Alex Manupty, pentolan RMS, yang saat ini berada di Amerika.

"Ini bentuk kesadaran kami sendiri. Selama ini memang kami di sini memang dibodoh-bodohi," kata Yohanis.

"Saya sudah dua kali masuk penjara, terakhir saya masuk penjara saat Harganas. Saat ini saya sudah sadar, dan saya telah menjadi warga negara Indonesia lagi. Saya baru sadar kalau selama ini saya dibodohi," ungkapnya.

Danrem 151 Binaya, Kolonel Asep Kurnaidi, membenarkan banyak mantan tokoh RMS yang ikut merayakan HUT kemerdekaan RI. Menurutnya, selama ini, warga Aboru hanya dibodohi oleh segelintir orang dan saat ini mereka telah menyadarinya.

"Banyak mantan tokoh RMS yang ikut upacara dengan saya tadi. Mereka itu selama ini hanya dibodoh-bodohi saja," katanya.

Dia pun meminta agar warga dan Desa Aboru tidak lagi diidentikan dengan RMS karena saat ini mereka adalah warga negara indonesia. "Perayaan HUT Kemerdekaan di sini agar semua orang di Maluku dan di Indonesia tahu kalau warga di Aboru juga bagian dari NKRI," ujarnya.

Desa Aboru selama ini dikenal sebagai salah satu basis simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS) di Maluku yang sangat loyal. Warga desa tersebut tercatat tidak pernah memperingati HUT Kemerdekaan RI.

Posisi desa ini juga terisolasi. Tidak ada jalan penghubung, tidak ada jaringan telekomunikasi, bahkan praktis desa ini tak pernah tersentuh pembangunan apa pun.

Banyak warga di desa ini pernah dijebloskan ke terali besi lantaran terlibat aktivitas RMS, baik di desa itu maupun di Ambon. Sebagian di antara mereka hingga kini bahkan masih mendekam di penjara.

Kini, warga bukan hanya ikut memperingati upacara HUT Proklamasi. Seluruh penduduk di desa itu juga mengibarkan bendera merah putih di depan rumah masing-masing.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

Regional
Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Regional
HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Regional
Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Regional
Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Regional
Mantan Anggota Khilafatul Muslimin Lampung Ucap Ikrar Setia ke NKRI, Begini Respons Gubernur Arinal

Mantan Anggota Khilafatul Muslimin Lampung Ucap Ikrar Setia ke NKRI, Begini Respons Gubernur Arinal

Regional
Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Ganjar: Korupsi Merupakan Pengkhianatan terhadap Kerja Wong Cilik

Regional
Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Gubernur Sugianto Akan Manfaatkan Optimal Status Kalteng Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Balap Sepeda MTB

Regional
Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Bupati Arief Rohman Beri Sinyal Jalan Blora-Randublatung Selesai Tahun 2022

Regional
Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID

Gelar IYCC, LPI Dompet Dhuafa Wisuda 256 Penerima Manfaat Etos ID

Regional
Dukung Sektor Ekowisata Metro, Wali Kota Mahdi Resmikan Destinasi Wisata Amor

Dukung Sektor Ekowisata Metro, Wali Kota Mahdi Resmikan Destinasi Wisata Amor

Regional
Hutan Kota di Trenggalek Mulai Dipasang QR Code Berisi Informasi Jenis-jenis Tanaman

Hutan Kota di Trenggalek Mulai Dipasang QR Code Berisi Informasi Jenis-jenis Tanaman

Regional
Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka 77 Bawa Wonogiri ke Kenormalan Baru

Bupati Jekek Harap Festival Agustus Merdeka 77 Bawa Wonogiri ke Kenormalan Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.