Di Saat-saat Akhir Hidupnya, Sisca Menangis Sambil Mencium Kalung Salib

Kompas.com - 16/08/2013, 13:06 WIB
Franciesca Yofie alias Sisca dalam salah satu foto koleksi pribadi yang diunggah di akun jejaring sosial Facebook-nya. Dokumentasi Franciesca Yofie via FacebookFranciesca Yofie alias Sisca dalam salah satu foto koleksi pribadi yang diunggah di akun jejaring sosial Facebook-nya.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Suasana di Jalan Cipedes RT 7 RW 1 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Senin, 5 Agustus 2013, sekira pukul 18.00 WIB, sepi. Pada saat itulah terjadi peristiwa memilukan yang merenggut nyawa Franciesca Yofie alias Sisca.


Gadis cantik berusia 34 tahun itu menjadi korban kejahatan. Tubuhnya penuh luka akibat terseret ratusan meter, mengikuti laju motor yang dikendarai A (24) dan W (39), dua orang yang sebelumnya mengaku merampas tas milik Sisca.

Sisca yang sekarat lantas dibuang oleh kedua pelaku di sisi jalan. "Saya nih yang melihat jelas dengan kepala mata saya sendiri, korban itu digusur sama pelaku. Saya pikir orang itu membawa apa ya? Saya pikir membawa boneka, soalnya tidak bersuara dan badannya kecil juga," kata saksi mata, RZ, kepada Kompas.com saat ditemui di Cipedes, Kamis (15/8/2013).

Sementara saksi mata lain, AT, yang mengaku berada di jarak 10 meter dari tempat dibuangnya Sisca, juga mengaku melihat dua orang yang membuang tubuh gadis malang itu. "Saya melihatnya pas korban itu digeletakkan, tapi samar karena terhalang lampu. Itu yang digeletakkan apa ya, kata saya bertanya kepada saudara saya ini," aku AT.

Sesaat kemudian, kata AT, kedua pengendara motor langsung kabur dengan menghidupkan kendaraannya. "Saya sempat teriak kepada yang membawa motor itu, 'Woooy lalaunan mawa motor teh, bisi nabrak budak', (pelan-pelan bawa motor, nanti menabrak anak-anak)," kata AT.

Kemudian, AT menghampiri "barang" yang diletakkan kedua pengendara itu. Ketika dicermati, ternyata barang itu adalah sesosok wanita berbaju hitam dalam posisi telungkup berlumuran darah. "Sejak saat itu saya berteriak, warga pada keluar semua," kata AT.

Warga kaget dan kebingungan melihat kondisi Sisca yang pada saat itu tergeletak dengan darah berceceran. Saat itu korban masih hidup. Warga hanya menutup korban dengan kain, tidak berani menyentuh korban karena takut disalahkan polisi.

"Darah dari tubuhnya terus mengalir, terutama yang paling banyak mengalir dari kepalanya. Saya hanya bisa nangis, mau nolong enggak bisa. Si enengnya (korban) masih hidup, masih bernapas, darahnya terus mengalir, di jalan itu merah, penuh darah. Kasihan melihat dia, saya mau nolong enggak bisa. Saya suruh aja si eneng itu berdoa sesuai agamanya," ujar AT.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Darah Sisca terus mengalir, korban terdengar menangis meski tidak keras. "Iya, si enengnya nangis, ngeluarin suara, tapi tidak keras. Kasihan, saya juga sampai ikut nangis, mungkin karena menahan sakit ya. Nangisnya begini, heeeeuuuhhhh, heeeeeuuuhhhh, heuuuu," kata AT.

Cium kalung salib

Suasana saat itu sangat sedih. Sementara itu, korban merintih tak henti. Polisi dan ambulans pun tak kunjung datang. LL, saksi lainnya, lalu membisikkan kata ke telinga korban untuk berdoa. Mendengar bisikan LL, korban berusaha mengambil kalung salib dari dadanya dengan tangan yang saat itu berlumuran darah sambil telungkup. Kalung itu diciumnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.