Kompas.com - 16/08/2013, 12:06 WIB
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung tengah menggelar operasi pengawasan dan pendataan dokumen kependudukan tahunan bagi para pendatang musiman yang akan masuk ke Kota Bandung usai Lebaran melalui beberapa lokasi,  seperti stasiun Kiaracondong, terminal Leuwipanjang, dan Stasiun Besar Bandung, Jumat (16/8/2013)
20130816K77-13Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung tengah menggelar operasi pengawasan dan pendataan dokumen kependudukan tahunan bagi para pendatang musiman yang akan masuk ke Kota Bandung usai Lebaran melalui beberapa lokasi, seperti stasiun Kiaracondong, terminal Leuwipanjang, dan Stasiun Besar Bandung, Jumat (16/8/2013)
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Wilda (22) mengaku terkejut saat dikepung oleh puluhan petugas Satpol PP di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, ketika baru turun dari bus Bhineka yang mengantarnya dari Tasikmalaya, Jumat (16/8/2013).

Hari ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung tengah menggelar operasi pengawasan dan pendataan dokumen kependudukan tahunan bagi para pendatang musiman yang akan masuk ke Kota Bandung.

Operasi digelar di sejumlah titik, seperti di Stasiun Kiaracondong, Terminal Leuwipanjang, dan Stasiun Besar Bandung.

"Kaget banget, soalnya baru kali ini. Padahal, saya sudah dua tahun di Bandung," ujar gadis yang terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia itu saat ditemui di Terminal Cicaheum Kota Bandung, siang ini.

Di tempat yang sama, Kepala Disdukcapil Kota Bandung Meivy Adha Krisna mengatakan, operasi tersebut dilakukan untuk mendata jumlah pendatang musiman yang akan menetap di Kota Bandung.

"Melalui pendataan ini, kita ingin melihat sejauh mana masyarakat tertib administrasi. Orang bebas masuk kota Bandung, yang penting ikut aturan," kata Meivy.

Selain itu, pihaknya juga rutin mengunjungi daerah-daerah permukiman yang banyak dihuni pendatang dari luar Bandung untuk menuntut ilmu dan bekerja. "Kita juga ada kegiatan rutin setiap tahun ke delapan kecamatan untuk melakukan operasi yustisi untuk mendata penduduk di tempat kos mahasiswa dan karyawan pabrik," jelasnya.

Namun, mengingat sifat operasi yang hanya berupa pendataan, tidak akan ada sanksi yang dikenakan bila ada pendatang yang kedapatan tidak membawa atau memiliki KTP. "Kalau kena operasi yustisi, nanti baru bisa dikenakan sanksi administrasi," ujarnya.

Selain mendata di tempat umum yang dipastikan menjadi pintu masuk pendatang musiman, Disdukcapil juga mendata pendatang yang masuk melalui kendaraan pribadi. Hanya, kata Meivy, pendataan tersebut akan langsung dilakukan ke RT/RW.

"Sebetulnya bukan dengan apa datang ke Bandung, jadi pendekatannya ke RT RW karena dialah yang menjadi filter," kata Meivy.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X