Kompas.com - 15/08/2013, 14:49 WIB
Foto Sisca yang terpampang di halaman Facebook. FACEBOOKFoto Sisca yang terpampang di halaman Facebook.
|
EditorGlori K. Wadrianto

BANDUNG, KOMPAS.com — Sejumlah warga di Cipedes Tengah, Kecamatan Sukajadi, Bandung, Jawa Barat, yang menjadi saksi mata dalam kasus pembunuhan Franciesca Yofie (34) di Cipedes, Senin, pekan lalu memberikan keterangan berbeda dengan pengakuan para pelaku.

Tak hanya keterangan dua pelaku bernama Wawan (39) dan Ade (24) yang dibantah oleh para saksi mata, kronologi pembunuhan sadis versi polisi pun berbeda.

Seorang saksi mata, RZ (29), mengaku melihat jelas peristiwa saat pelaku menyeret korban dengan menjambak dan menyeret korban di atas aspal jalan. RZ melihat dari sekitar jarak dua atau tiga meter.

"Masa aja ngaku rambutnya itu masuk gir, bohong amat, nih. Mata kepala saya yang melihat langsung pada saat korban itu digusur (diseret), di depan mata saya banget. Tangan kiri pelaku yang dibonceng menjenggut rambut korban. Dari atas sudah digusur, saksinya juga banyak banget. Ketika itu saya belum ngeuh, yang diseret itu manusia. Saya kira itu boneka, soalnya korban tidak bersuara," kata RZ yang ditemui di tempat kejadian perkara, Kamis (15/8/2013).

Sebelumnya, kedua terduga pelaku mengaku kepada polisi tidak mengetahui saat Sisca terseret. Mereka mengaku baru mengetahui ada korban mengikuti di bawahnya terseret pada saat motor itu melaju ratusan meter.

Hal itu terjadi karena pelaku mengaku Sisca sempat mencekik dan bahkan menaiki jok motor para terduga pelaku. Setelah itu Sisca terjatuh dan tersungkur. Selanjutnya, karena rambut tersangkut di gir, pelaku berusaha memotong rambut itu agar terlepas. Namun, akhirnya pelaku tak sengaja membacok kepala Sisca.

Menurut saksi RZ, jika korban dibacok di tengah perjalanan atau di awal perjalanan, seharusnya ada ceceran darah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya perhatikan, pas pertama aspal jalan maupun di tengah perjalanan tidak melihat darah sampai tempat ditemukan korban. Saya hanya melihat bekas gusuran aja. Pokoknya darah terlihat banyak di lokasi tempat dibuangnya korban aja," kata RZ.

Senada dengan RZ, AT selaku saksi mata lain menyatakan hal yang sama. "Pikir aja sama Bapak, masak aja rambutnya kena gir motor, motornya bisa maju? Coba sekarang Bapak cobain masukin rambut boneka atau rambut wig, motornya bisa maju atau engga? Ini mah kalau menurut pendapat saya, pendapat dari orang bodoh. Pikir ajalah sama logika," kata AT.

AT menambahkan, badan Sisca tertelungkup pada saat ditemukan. "Saya lihat di bagian belakangnya, kulit kepalanya terlihat, mungkin rambutnya rontok saat dijenggut sama pelaku," kata AT.

Menurut AT, pada saat korban tergeletak, tidak ditemukan terlalu banyak darah. Namun, lama-kelamaan darah korban memenuhi jalan. "Pas pertama mah, tidak banyak darah. Tapi lama-kelamaan darah itu terus mengalir. Akhirnya darahnya jadi banyak," kata AT.

AT mengaku melihat samar-samar saat pelaku membuang korban. Sebelumnya, di dekat belokan, AT pun mendengar suara ribut. "Ya, pokoknya pas pelaku itu datang membuang korban, terdengar suara ribut. Setelah dibuang, motor pelaku itu langsung ngebut. Motornya warna putih biru," ujar AT.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.