Ibu Hamil Korban Banjir Ambon Dimakamkan

Kompas.com - 15/08/2013, 13:38 WIB
Tim SAR dan relawan PMI dibantu warga masih mencari dua korban banjir dan tanah longsor dengan menggunakan alat pembersih lumpur di bantaran sungai Wai Tomu Tanah Tinggi, Kecamatan Sirimau Ambon, Kamis (15/8/2013) KOMPAS.com/ RAHMAN PATTYTim SAR dan relawan PMI dibantu warga masih mencari dua korban banjir dan tanah longsor dengan menggunakan alat pembersih lumpur di bantaran sungai Wai Tomu Tanah Tinggi, Kecamatan Sirimau Ambon, Kamis (15/8/2013)
|
EditorGlori K. Wadrianto
AMBON, KOMPAS.com - Sarje Manuata (28), warga Kelurahan Batu Gaja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, salah satu korban banjir dan tanah longsor yang ditemukan tewas di kawasan Tanah Tinggi, Kelurahan Uritetu Kecamatan Sirimau Rabu kemarin, dimakamkan, Kamis (15/8/2013).

Jenazah korban sempat disemayamkan di Gereja Katedral di kawasan Jalan Pattimura untuk menjalani proses ibadah pelepasan sebelum dimakamkan di pekuburan umum di kawasan Kebun Cengkeh.

Suasana haru terasa menyelimuti keluarga korban, saat ibadah pelepasan dilakukan dan jenazah korban hendak dibawa ke lokasi pemakaman.

Warga dan keluarga korban yang menghadiri ibadah pelepasan pun tak kuasa menahan tangis. Sarje Manuata dinyatakan hilang, setelah rumahnya di bantaran sungai di kawasan Batu Meja ambruk tertimpa tanah longsor dan hanyut, terbawa air sungai pada 30 Juni lalu.

Sarce adalah seorang ibu hamil delapan bulan yang hilang bersama lima anggota keluarganya saat itu termasuk suaminya, Vendy Ratuhanrasa yang hingga kini masih dicari.

Setelah dinyatakan hilang, tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai hingga ke laut. Namun upaya pencarian tidak juga membuahkan hasil. Sarje baru ditemukan warga Tanah Tinggi pada Rabu kemarin, setelah warga setempat melakukan bersih bersih di kawasan tersebut. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

Regional
Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Regional
Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Regional
Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Regional
2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

Regional
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Regional
Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X