Susu Produksi Fonterra yang Tercemar Bakteri Beredar di Batam

Kompas.com - 15/08/2013, 12:13 WIB
Penulis Kris R Mada
|
EditorGlori K. Wadrianto
BATAM, KOMPAS.com — Susu formula produksi Fonterra yang tercemar bakteri clostridium botulinum dikhawatirkan beredar di Kepulauan Riau. Susu itu masuk dari Malaysia atau China.

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Batam I Gusti AA Aryapatni menuturkan, pengimpor sudah memberi tahu BPOM soal susu itu. PT Mexindo Mitra Perkasa selaku pengimpor memasukkan susu Dumex Mamex 1 dan Dumex Dupro 2 dari Malaysia ke Kepulauan Riau.

"Mereka melaporkan susu beredar. Tetapi, sudah ada upaya penarikan sejak 3 Agustus 2013," ujarnya, Kamis (15/8/2013) di Batam.

BPOM Batam sudah menurunkan tim ke gudang pengimpor untuk memeriksa perkembangan penarikan.

Selain itu, diperiksa pula tempat-tempat penjualan untuk mengetahui apakah ada susu tercemar atau tidak.

Aryapatni menuturkan, memang tidak semua susu itu mengandung bakteri tersebut. Hanya susu formula untuk nomor pengolahan tertentu menggunakan Whey Protein Concentrate (WPC) 80 yang mengandung bakteri clostridium botulinum itu.

Bakteri itu dapat mengakibatkan gangguan pencernaan dan saraf. Bayi yang mengonsumsi susu tercemar bakteri tersebut dapat mengalami muntah-muntah dan diare.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Regional
Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Regional
Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk 'Gojek Tuyul' di Malang

Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk "Gojek Tuyul" di Malang

Regional
Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Regional
Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Regional
Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Regional
Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Regional
3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

Regional
Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Regional
Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Regional
Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Regional
Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
Sekolah Tak Punya Akses Kendaraan, Siswa SMKN 1 Tuntang Jalan Kaki Lewati Kebun Warga

Sekolah Tak Punya Akses Kendaraan, Siswa SMKN 1 Tuntang Jalan Kaki Lewati Kebun Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X