Jadwal Coblosan Gubernur Jawa Timur Tak Berubah

Kompas.com - 15/08/2013, 07:21 WIB
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad (Kanan) dan anggota Komisi Pemilihan Umum Ferry Kurnia Rizkiyansyah (tengah) serta Hadar Nafis Gumay mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/4/2013). Rapat membahas permasalahan terkait dengan persiapan Pemilu 2014.

KOMPAS/HENDRA A SETYAWANKetua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad (Kanan) dan anggota Komisi Pemilihan Umum Ferry Kurnia Rizkiyansyah (tengah) serta Hadar Nafis Gumay mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/4/2013). Rapat membahas permasalahan terkait dengan persiapan Pemilu 2014.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur tetap akan digelar pada Kamis, 29 Agustus 2013. Carut-marut di awal tahapan Pemilu Gubernur, termasuk soal penetapan kandidat, yang berbuntut pada pengadaan maupun distribusi logistik, dijanjikan tidak akan mengganggu jadwal pemungutan suara.

“Tetap sesuai jadwal. Tidak akan ada perubahan. Tidak akan ada apa pun, karena ini kan soal teknis formulir saja,” ujar Anggota KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah usai rapat pleno KPU, Rabu (14/8/2013) malam di Gedung KPU, Jakarta. Penyesuaian ini menyusul putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang meloloskan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja sebagai peserta Pemilu Gubernur Jawa Timur.

“Tahapan sesuai jadwal, cuma teknis logistik yang perlu disesuaikan waktunya pasca-putusan DKPP dan gonjang-ganjing formulir C1,” lanjut Ferry. KPU untuk sementara mengambil alih peran dan fungsi KPU Jawa Timur dalam persiapan penyelenggaraan Pemilu Gubernur Jawa Timur, tak terlepas dari sengketa yang ditangani dan telah diputuskan DKPP itu.

Sebelumnya, DKPP memerintahkan KPU mengambil alih pelaksanaan tahapan Pilkada Jatim hingga nama pasangan Khofifah-Herman dipastikan tercantum dalam formulir C1. Namun kemudian diketahui formulir C1 penyelenggaraan Pilkada Jatim tidak menyertakan nama pasangan Khofifah-Herman, hanya menyediakan tanda titik-titik tanpa nama, pada kolom pasangan kandidat keempat.

Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad mengatakan proses pencetakan formulir C1 berlangsung sebelum ada keputusan DKPP Yang meloloskan pasangan Khofifah-Herman sebagai kandidat Pilkada Jawa Timur. Dia berkilah, KPU Jawa Timur tak bisa menunggu proses sengketa di DKPP untuk pengadaan formulir-formulir yang dibutuhkan.


Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
Paguyuban Hegarmanah Bandung Serahkan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Paguyuban Hegarmanah Bandung Serahkan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Regional
Pandemi Corona, Uang Sewa 4 Rusunawa di Jatim Dibebaskan Selama 3 Bulan

Pandemi Corona, Uang Sewa 4 Rusunawa di Jatim Dibebaskan Selama 3 Bulan

Regional
Takut Virus Corona Masuk Lapas, 10 Napi dan Tahanan Buat Gaduh Minta Dibebaskan

Takut Virus Corona Masuk Lapas, 10 Napi dan Tahanan Buat Gaduh Minta Dibebaskan

Regional
Pemkab Semarang Persiapkan Ruang Isolasi untuk Pemudik

Pemkab Semarang Persiapkan Ruang Isolasi untuk Pemudik

Regional
Syekh Puji Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Mengaku Dimintai Uang Rp 35 M

Syekh Puji Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Mengaku Dimintai Uang Rp 35 M

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X