7 Saksi Diperiksa Propam Terkait Pelanggaran Disiplin Kompol A

Kompas.com - 14/08/2013, 21:30 WIB
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) Komisaris Besar (Kombes) Pol. Martinus Sitompul KOMPAS.com/Rio KuswandiKepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) Komisaris Besar (Kombes) Pol. Martinus Sitompul
|
EditorKistyarini


BANDUNG, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Martinus Sitompul mengatakan ada tujuh saksi yang diperiksa oleh Propam Polda Jabar dalam kasus pelanggaran disiplin Polri terkait hubungan Kompol Albertus Eko Budiarto dengan mendiang Franciesca Yofie, korban pembunuhan sadis di Cipedes, Bandung, awal pekan lalu.

"Ada tujuh saksi yang kami periksa, jadi 8 dengan yang terperiksa (Kompol A, red)," kata Martinus di markas Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Rabu, (14/8/2013).

Namun Martinus enggan mengungkapkan secara rinci ketujuh orang tersebut. Mereka sudah menjalani pemeriksaan di Propam Polda Jabar, jelas Martinus. "Berkas pemeriksaannya sudah selesai, tinggal melengkapi administrasinya saja," kata Martinus.

Setelah itu, lanjut Martinus, akan dilakukan sidang etik pada pekan depan. "Nanti pada sidang pemberian sanksinya, kemungkinan sanksi yang tujuh poin itu," jelasnya.


Sebelumnya Martinus menjelaskan, ada tujuh kemungkinan sanksi bagi anggota Polri yang melanggar disiplin. Ketujuh sanksi tersebut adalah mutasi bersifat demosi, teguran tertulis, penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun, penundaan mengikuti pendidikan selama satu tahun, penundaan kenaikan gaji selama satu tahun, serta penempatan khusus, sampai pencopotan jabatan.

Dia menambahkan, masalah Kompol A ini ditangani oleh petinggi-petinggi Polda Jabar."Kami diberikan waktu satu bulan untu menuntaskan terkait pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh Kompol A ini," pungkasnya.

Seperti diberitakan, dalam kaitan hubungan Kompol Albertus Eko dengan Sisca, Propam juga memeriksa polisi lain, yakni Bripka AF dan Brigadir FP yang mendapat tugas untuk mengintai kemanapun Sisca pergi, sejak mereka tidak berhubungan lagi.

Sisca ditemukan berlumuran darah di sebuah lapangan di Cipedes, Bandung, Senin (5/8/2013) lalu. Dia meninggal saat dibawa ke RS Hasan Sadikin.

Dua orang telah ditahan dalam kasus tewasnya Sisca. Namun kedua tersangka, A dan W, mengaku tidak sengaja membunuh Sisca, karena mereka hanya berniat merebut tas dari mobil Sisca.

Menurut A dan W, Sisca mencoba merebut kembali tas itu. Dalam upayanya itu, Sisca terseret sepeda motor yang dikendarai A dan W karena rambutnya tersangkut di gir motor.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Sebenarnya Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tak Jadi Menteri Jokowi

Ini Alasan Sebenarnya Gubernur NTT Viktor Laiskodat Tak Jadi Menteri Jokowi

Regional
BKN: Pengurangan Struktural Eselon Bisa Kurangi Anggaran Negara

BKN: Pengurangan Struktural Eselon Bisa Kurangi Anggaran Negara

Regional
Polisi Cek soal Video Baku Hantam Sesama Bule di Bali

Polisi Cek soal Video Baku Hantam Sesama Bule di Bali

Regional
Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung...

Mengembalikan Kejayaan Lada Bangka Belitung...

Regional
Angin Puting Beliung Terjang 3 Desa di Boyolali, 20 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang 3 Desa di Boyolali, 20 Rumah Rusak

Regional
Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

Regional
Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Kelompok Teroris di Lampung Incar Tempat Hiburan Malam

Regional
Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Kasus Narkoba, Bassist Boomerang Hubert Henry Dituntut 2 Tahun Penjara

Regional
Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Dua Pendaki Gunung Bawakaraeng yang Alami Hipotermia Berhasil Dievakuasi

Regional
Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Tiba di Kupang dengan Jet Pribadi, Gubernur NTT Disambut ASN dan Pengurus Nasdem

Regional
LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

LIPI Minta Penemuan Ikan dan Air Sumur yang Mendidih Tidak Dikaitkan dengan Mistis

Regional
Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Balita Meninggal 5 Hari Setelah Divaksin MR, Dinkes Garut Turunkan Tim

Regional
Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Regional
Ruang Multisensori untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kini Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

Ruang Multisensori untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kini Ada di Bandara Ahmad Yani Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X