Distribusi Logistik Pilgub Jatim di Malang Tersendat

Kompas.com - 14/08/2013, 17:33 WIB
Ilustrasi: Penandatanganan deklarasi damai Pilgub Jatim di Kabupaten Pamekasan, tidak dihadiri Panwaslu Pamekasan, Ahad (11/8/2013). KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMANIlustrasi: Penandatanganan deklarasi damai Pilgub Jatim di Kabupaten Pamekasan, tidak dihadiri Panwaslu Pamekasan, Ahad (11/8/2013).
EditorKistyarini

MALANG, KOMPAS.com - Anggota Divisi Keuangan dan Logistik KPU Kota Malang, Rusmifahrizal Rustam, mengatakan, proses pendistribusian logistik Pemilihan Gubernur Jatim di Kota Malang, agak tersendat. Hingga sekarang masih banyak logistik untuk keperluan Pilgub Jatim, yang belum dikirim oleh KPU Jatim ke KPU Kota Malang.

"Masih banyak yang kurang. Hari ini tadi kami menyuruh orang untuk mengajukan kekurangan logistik ke KPU Jatim. Kalau logistiknya kurang, otomatis pendistribusiannya ikut tersendat. Padahal, pelaksanaan Pilgub kurang dua minggu lagi," kata Fahrizal, Rabu (14/8/2013).

Dikatakannya, sejumlah logistik yang masih kurang, yakni, tanda pengenal saksi, tanda pengenal PPS, blangko formulir model D, blangko formulir model C7, dan blangko formulir model D3. Menurut dia, surat suara baru akan dikirim pada 20 Agustus mendatang. Jumlah surat suara sesuai dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Kota Malang sebanyak 60.4367 orang ditambah 2,5 persen dari jumlah tersebut..

"Untuk kebutuhan alat tulis kantor, tinta, buku panduan untuk Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan segel sebagian sudah kami distribusikan ke PPK. Perkiraan logistik yang sudah kami distribusikan sekitar 50 persen lebih," ujarnya.

Data dari KPU Kota Malang, mencatat, sejumlah logistik yang kurang, yaitu, tanda pengenal saksi kurang satu set atau 1.308 lembar. Tanda pengenal Panitia Pemungutan Suara (PPS) kurang lima set dari kebutuhan sebanyak 57 set. Blangko formulir model D kurang 11 lembar dari kebutuhan 787 lembar.

Selain itu, blangko formulir model C7 juga masih kurang 50 lembar dari total kebutuhan sebanyak 13.080 lembar. Blangko formulir model D3 kurang 1.308 lembar dari total kebutuhan sebanyak kebutuhan 1.650 lembar.  Sedangkan, jumlah Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) ada lima dan jumlah Panitia Pemungutan Suara (PPS) sebanyak 57.

"Kalau bilik dan kotak suara sudah ada di PPK. Jumlah TPS-nya sebanyak 1.308, tiap TPS ada dua bilik dan satu kotak suara," katanya.

Di sisi lain, Fahrizal juga mengeluhkan tidak adanya nama pasangan cagub-cawagub Jatim nomor urut empat, Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja, dalam blangko formulir model C, model C1, dan model C2 plano. Menurutnya, kondisi tersebut rawan mendapatkan protes dari pihak Khofifah dalam pelaksanaan Pilgub nanti.

"Katanya, KPU Jatim akan merevisi blangko formulir tersebut, sampai sekarang kami masih menunggu. Kalau tidak datang, terpaksa blangko yang lama ini yang akan kami distribusikan ke PPK. Nanti, nama pasangan nomor urut empat ditulis tangan atau gimana," katanya.

Diungkapkannya, tidak tercatatnya nama pasangan cagub nomor urut empat tersebut karena pengadaan blangko formulir dilakukan tanpa menunggu keputusan dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) terkait pencalonan Khofifah-Herman. Padahal, keputusan sidang DKPP akhirnya meloloskan pasangan Khofifah-Herman menjadi cagub Jatim.

"Sebenarnya, KPU Jatim sudah mengantisipasi dengan tetap mencantumkan empat nomor pasangan cagub-cawagub di blangko formulir. Tetapi, untuk nomor urut terkahir atau nomor empat dikosongi, tidak ada namanya," kata Fahrizal. (sha)

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X