Polda Jabar: Terkait Sisca, Kompol Albertus Disidang Pekan Depan

Kompas.com - 14/08/2013, 16:49 WIB
Makam Franceisca Yofie di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pandu, Jalan Pasteur, Bandung, Jawa Barat. KOMPAS.COM/RIO KUSWANDIMakam Franceisca Yofie di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pandu, Jalan Pasteur, Bandung, Jawa Barat.
|
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com — Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul mengatakan, tiga anggota Polri yang diperiksa Propam terkait kedekatan Kompol Albertus Eko Budiarto dengan mendiang Franciesca Yofie akan mendapat sanksi karena melanggar disiplin sebagai anggota Polri.

Menurut Martinus, pemeriksaan masih terus dan sedang berlangsung. "Sanksinya tergantung dari jenis seberat apa pelanggaran yang dilakukannya. Kita lihat saja nanti selesai pemeriksaannya. Sidangnya akan digelar minggu depan," ungkap Martinus di Polda Jabar, Rabu (14/8/2013).

Martinus mengatakan, tiga anggota polisi tersebut diduga telah melanggar Pasal 3 huruf g dan Pasal 5 huruf a tentang Peraturan Pemerintah RI Kapolri No 14 Tahun 2011 tentang kode etik Polri. Selain itu, mereka juga melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang peraturan disiplin anggota Polri.

"Yang bersangkutan (Kompol A, AF, dan FP) diduga melakukan pelanggaran disiplin sebagai anggota Polri karena sudah menurunkan harkat dan martabat sebagai anggota Polri dalam kehidupan bermasyarakat dan patut diduga melakukan pelanggaran norma kesusilaan. Itu yang kita tangani," kata Martinus.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kompol A telah menjalin hubungan kedekatan dengan Sisca yang diduga melewati batas kewajaran karena Kompol A sudah mempunyai istri sebelum berpacaran dengan Sisca. "Itu melanggar kode etik, melanggar disiplin Polri," tegas Martinus.

Selain Kompol A, turut diperiksa anak buahnya, di antaranya Bripda AF yang berdinas di Lantas Polres Cimahi dan anggota Dalmas Polrestabes Bandung Brigadir FP. Keduanya ditugaskan oleh Kompol A untuk mengintai Sisca ke mana pun Sisca pergi.

Ketika ditanya soal keterkaitannya dengan keterlibatannya dalam pembunuhan Sisca, polisi menyatakan titik terang belum sampai ke arah situ. "Belum, sampai saat ini belum terbukti. Kalau misalkan terbukti (terlibat dalam pembunuhan), tentu akan kita adili dengan hukuman yang lebih," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Pemuda 19 Tahun Tewas dengan Tubuh Penuh Luka, Diduga Dianiaya Sejumlah Temannya

Regional
Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Kisah Dalang Jenggleng, Gunakan Cara Abnormal hingga Kuis Berhadiah

Regional
Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Ini Sosok di Balik Heboh Pasutri di Cianjur Bayar Persalinan Pakai Uang Koin

Regional
Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Reklamasi Laut di Bangka, Ada Sarang untuk Cumi Bertelur

Regional
Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Polisi Bisa Identifikasi Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung, Asal...

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Kerangka Manusia Ditemukan Duduk di Sofa, Tetangga: Harusnya Ada Lalat dan Bau

Regional
Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Melacak Jejak Pembalakan Liar Hutan Lindung Sendiki yang Mulai Gundul

Regional
PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

PHRI Manggarai Barat Dukung Rencana Jokowi soal G20 di Labuan Bajo

Regional
Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Cerita Ganjar Soal Deklarasi Keraton Agung Sejagat: Kena Hukum Alam Kalau Tak Dukung, Wah, Ini Nakut-Nakutin

Regional
Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Jokowi Akan Serahkan 2.500 Sertifikat Tanah untuk Warga Manggarai Barat

Regional
2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

2 Pekan Tak Hujan, Lahan Padi di Jember Retak karena Kekeringan

Regional
29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

29 Pemuda Satu Kampung Diamankan Polisi, 19 Orang Positif Narkoba dan 10 Orang Beli Sabu

Regional
Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Wali Kota Hendi Berikan Penghargaan kepada 2 Dalang Wayang Potehi

Regional
Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Situs PN Kepanjen Diretas, Isinya Protes Kasus Pelajar yang Bunuh Begal

Regional
BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

BKSDA Terima Owa Langka dari Warga, Pemilik Mengaku Tidak Tega

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X