Kecelakaan Selama Mudik Lebaran, 80 Orang Tewas di Jateng

Kompas.com - 12/08/2013, 16:43 WIB
Truk bermuatan pasir silika dengan bobot 30 ton dengan nomor polisi L 9336 UX terperosok di jembatan di Desa Sokokulon, Margorejo, Pati, Jateng, Kamis (25/7/2013). Kecelakaan itu sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di jalur Pati-Rembang. KOMPAS / FERGANATA INDRA RIATMOKOTruk bermuatan pasir silika dengan bobot 30 ton dengan nomor polisi L 9336 UX terperosok di jembatan di Desa Sokokulon, Margorejo, Pati, Jateng, Kamis (25/7/2013). Kecelakaan itu sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas di jalur Pati-Rembang.
|
EditorGlori K. Wadrianto
SEMARANG, KOMPAS.com — Selama arus mudik dan balik Idul Fitri tahun ini, Kepolisian Daerah Jawa Tengah mendata 80 korban jiwa dalam sejumlah kecelakaan. Data itu diperoleh dari enam hari menjelang perayaan Idul Fitri hingga tiga hari sesudahnya.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah Kombes Pol Djihartono mengatakan, jumlah tersebut jauh menurun dibandingkan periode mudik tahun lalu.

"Pada periode yang sama tahun lalu, setidaknya terdapat 126 orang meninggal dunia akibat kecelakaan sehingga jumlah korban meninggal kali ini menurun," ujarnya, Senin (12/8/2013).

Selain jumlah korban jiwa yang menurun, angka kejadian kecelakaan juga mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Djihartono mengatakan, hingga hari ke-10 Operasi Ketupat Candi 2013, terjadi sebanyak 628 kecelakaan.

"Jumlah itu menurun pada periode yang sama tahun lalu mencapai 935 kejadian kecelakaan," katanya.

Salah satu peristiwa yang menonjol pada musim mudik kali ini ialah kecelakaan yang terjadi di Banyumas. Bus PO Karya Sari yang diduga mengalami rem blong menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Raya Banyumas-Buntu, Banyumas, pada Sabtu (10/8/2013) lalu.

Kecelakaan itu terjadi saat bus yang berpelat nomor AA 1654 CD melaju kencang dan berusaha menyalip kendaraan di depannya. Dari arah berlawanan, ada sebuah mobil sedan Toyota Corolla dan sejumlah sepeda motor. Akibat jalan menurun dan rem tidak berfungsi, bus akhirnya menabrak sejumlah kendaraan dan masuk ke jurang sedalam sekitar 7 meter.

Kawasan itu memang dikenal kawasan yang rawan kecelakaan. Akibat peristiwa itu, setidaknya terdapat 15 orang meninggal dunia, baik di lokasi kejadian maupun di rumah sakit. Polisi sudah menetapkan sopir bus sebagai tersangka dalam kecelakaan tersebut.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X