Pelajar SMP Hilang Ditelan Ombak

Kompas.com - 12/08/2013, 10:33 WIB
Tim pencari belum berhasil menemukan Jaka, pelajar yang tenggelam di Pantai Monpera, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (11/8/2013). KOMPAS.COM/DANI ZEBUATim pencari belum berhasil menemukan Jaka, pelajar yang tenggelam di Pantai Monpera, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (11/8/2013).
|
EditorKistyarini

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Pelajar kelas 2 SMP di Balikpapan, Jaka Ridwansyah, hilang digulung ombak selagi bermain di pantai wisata Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Balikpapan, Minggu (11/8/2013) sore. Remaja 13 tahun ini hilang ditelan ombak laut setinggi 1,5 meter.

"Sebenarnya, kami berhasil menangkapnya. Seharusnya bisa selamat anak itu. Tapi, laut memang ganas saat itu. Selagi memegang anak itu, kami justru ketimpa ombak besar beberapa kali dan anak itu kembali terlepas," kata Syahrin (52), warga Samarinda yang berusaha menyelamatkan Jaka.

Syahrin berada di Balikpapan untuk berwisata menghabiskan hari terakhir libur setelah Lebaran. Monpera beserta pantainya terasa sangat padat sore itu. Datang dari Samarinda, ia membawa serta istri, anak, dan Nurhadi Irawan (28), menantunya.

Laut yang tenang dan dangkal, ditambah pantai yang berpasir putih, menjadi salah satu daya tarik dari pantai. Karena itu, tempat tersebut kerap dimanfaatkan wisatawan untuk berenang di tepian pantai.

Minggu sore kemarin di antara anak-anak yang berenang, tampak dua anak yang terseret ke tengah laut. Satu di antaranya berhasil menyelamatkan diri. Nurhadi, menantu Syahrin, lebih dulu mencebur ke laut, disusul Syahrin.

"Selagi ramai orang itu, tidak ada yang lihat salah satu anak melambai-lambai tangan. Kami yang lihat ya teriak minta tolong. Karena bisa berenang, kami berupaya menyelamatkan. Tak sangka ombak memang begitu kuat manghantam kami. Kami gagal," kata Syahrin.

Sayang upaya keduanya gagal. Sebaliknya, Nurhadi justru nyaris turut tenggelam. Nurhardi pun dilarikan ke rumah sakit. "Dia sampai minum air banyak. Kata dokter, air laut ada yang masuk ke paru-paru," kata Syahrin.

Tak lama kemudian, tim gabungan penyelamat pun tiba, dari TNI, polisi, dan tim SAR. Sejumlah upaya, seperti menyisir dengan perahu karet, belum membuahkan hasil hingga Minggu malam.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Pemprov Sulsel Klaim 12 Kabupaten Sudah Aman dari Covid-19

Regional
Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Honda Jazz Remuk Tertabrak Kereta di Grobogan, Terseret 30 Meter lalu Jatuh ke Sawah

Regional
Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Fakta Ayah Setubuhi 2 Anak Tiri hingga Hamil, Terungkap Saat Diinterogasi Keluarga hingga Pelaku Diamuk Warga

Regional
Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Pada 31 Mei, Maluku Tak Ada Kasus Positif Corona Baru

Regional
Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Pemkot Banjarmasin Putuskan Tak Perpanjang PSBB

Regional
Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Penjagaan Ketat Perbatasan yang Didukung Warga, Kunci Lebong Nihil Covid-19

Regional
Empat Wilayah di Sumsel Bersiap 'New Normal', Palembang Tak Masuk

Empat Wilayah di Sumsel Bersiap "New Normal", Palembang Tak Masuk

Regional
Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Petugas Berpakaian APD Diusir dan Nyaris Diamuk Warga, Pejabat Desa: Keluarga Keberatan dan Kurang Nyaman

Regional
Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Kawasan Wisata Lombok Barat Tutup, Ratusan Kendaraan hendak Berkunjung Dipaksa Putar Balik

Regional
Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Usai Periksa Pasien Covid-19, Perawat Diancam hingga Trauma, Ganjar: Jangan Aneh-aneh, Kita Lagi Kondisi Sulit

Regional
Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Dari 62 Kasus Positif Covid-19 di Sukabumi, 59 Pasien dari Klaster Institusi Negara

Regional
3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

3 Warga Ngada NTT Tewas Keracunan Belerang Saat Bakar Sarang Lebah

Regional
Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Regional
Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Bayi Kembar Usia 1 Tahun Terpapar Corona dari Klaster Jemaat HOG Batam

Regional
Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Halusinasi Kapolsek Berujung Pemecatan, Tabrak Rumah Warga hingga Tewaskan Balita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X