Kompas.com - 11/08/2013, 19:36 WIB
EditorTjatur Wiharyo
INDRAMAYU, KOMPAS.com - Memasuki kemarau basah usai panen, petani di Kabupaten Indramayu memaksa tetap padi dengan harapan produksi meningkat.

Seorang petani di Indramayu Rastim kepada wartawan, Minggu, mengatakan, memasuki kemarau basah usai panen kedua para petani di Indramayu langsung tanam padi kembali. Mereka berharap produksi meningkat karena selama ini hanya mampu tanam dua kali setahun.

Lahan pertanian di daerah Pantura Kabupaten Indramayu sebagian masih mengandalkan curah hujan, kata dia, meski janji pemerintah setelah waduk Jatigede rampung pasokan air normal. Petani bisa menggarap sawah mereka hingga tiga kali dalam satu tahun.

Ia menambahkan, awal bulan Maret hingga April sebagian petani mulai panen, kata dia, mereka tanam mengandalkan curah hujan kini kemarau disertai hujan ringan memaksakan tanam kembali padi.

Sementara itu Ahmad petani lain di Eretan Indramayu mengaku, petani padi di Indramayu tanam harus memperhitungkan pasokan air, karena sawah mereka merupakan tadah hujan.

Kemarau biasanya lahan pertanian di Indramayu kesulitan air, kata dia, jika petani memaksakan tanam gagal panen akibat kekeringan, kini mereka memanfaatkan curah hujan untuk bisa tanam kembali.

Diharapkan musim tanam padi kedua hasil panennya maksimal, sehingga memasuki kemarau mereka memilih palawija sebagan tanaman pengganti.

Menurut Munari petani padi Indramayu, lahan pertanian di Indramayu tadah hujan hasil panennya maksimal karena setahun dua kali panen.

Saat kemarau lahan pertanian biasanya diterlantarkan, tujuannya sawah supaya subur kembali saat tanam musim penghujan karena jika terus menurus dengan menggunakan pupuk kimia kesuburan tanah terganggu.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Pengembangan Badan Ketahan Ir Anang mengaku, lahan pertanian di Kabupaten Indramayu merupakan tadah hujan, petani bisa tanam mengandalkan curah hujan meski sebagian sudah memanfaatkan irigasi.

Ia mengimbau, petani Indramayu memperhatikan kondisi cuaca saat tanam karena kemarau basah berisiko gagal panen, serangan berbagai hama pengganggu cukup tinggi, selain modal tanam mereka bertambah produksi padi khawatir rendah.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X