Kompas.com - 09/08/2013, 21:32 WIB
Ilustrasi Garuda Indonesia Garuda IndonesiaIlustrasi Garuda Indonesia
EditorKistyarini
Garuda Indonesia Ilustrasi Garuda Indonesia

GORONTALO, KOMPAS.com
- Setelah sempat menyandera lima petugas maskapai, puluhan penumpang Garuda Indonesia kembali mengamuk di Bandara Jalaluddin, Jumat  (9/8/2013) sore.

Padahal sebelumnya Manager Garuda Indonesia Gorontalo telah bertemu dengan penumpang, menjelaskan kendala yang dialami maskapai sehingga belum bisa memberikan kepastian.

"Satu jam lalu kami dapat penjelasan petugas bandara bahwa evakuasi pesawat akan selesai pukul empat sore, untuk itu kami menuntut Garuda harus terbang sore atau malam ini juga," kata salah seorang penumpang, Usman.

Namun, kata dia, janji Manager Garuda untuk menjadwalkan penerbangan usai evakuasi tersebut belum pasti bisa dipenuhi.

"Mereka tak bisa memastikan apa bisa mendatangkan pesawat pada malam hari untuk menerbangkan kami atau tidak. Ini sama saja mempermainkan kami," kata penumpang lainnya.

Sementara itu petugas Air Traffic Control Bandara Jalaluddin Deden Chandra Komala mengatakan usai evakuasi  pihaknya menyerahkan jadwal penerbangan kepada maskapai.

"Kalau Garuda mampu mendatangkan pesawat malam ini silakan, kami tidak bisa memaksa maskapai," ujarnya saat menemui para penumpang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penumpang maskapai tersebut telah menunggu keberangkatan sejak Rabu (7/8/2013) dan mendatangi bandara untuk "check in" setiap hari atas permintaan petugas maskapai, namun penerbangan akhirnya ditunda sebanyak tiga kali.

Manager Garuda Indonesia di Gorontalo, Antony mengatakan pihaknya berupaya untuk melakukan penerbangan Jumat malam. "Kami sementara koordinasi dengan petugas di Makassar," ujarnya.

Menurutnya meski evakuasi pesawat sudah selesai dilakukan, bukan berarti pihaknya langsung melakukan penerbangan tanpa koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Seperti diberitakan, Bandara Jalaludin Gorontalo sempat ditutup setelah pesawat Lion Air tergelincir dari landasan pacu gara-gara menghindari sapi yang berada di landasan. Badan pesawat tersebut baru diangkat pada Jumat (9/8/2013) siang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.