Penerbangan Tertunda 3 Hari, 155 Penumpang Garuda Mengamuk

Kompas.com - 09/08/2013, 13:22 WIB
Ilustrasi Garuda Indonesia Garuda IndonesiaIlustrasi Garuda Indonesia
EditorGlori K. Wadrianto
GORONTALO, KOMPAS.com — Sebanyak 155 calon penumpang maskapai Garuda Indonesia mengamuk di Bandara Jalaluddin Gorontalo, Jumat (9/8/2013), akibat tidak ada kejelasan jadwal keberangkatan setelah penundaan selama tiga hari.

Para calon penumpang itu menuntut pihak Garuda menghadirkan pimpinannya terkait ketidakjelasan jadwal pemberangkatan tersebut. Ke-155 calon penumpang Garuda itu juga mendesak pihak pengelola bandara agar segera memindahkan bangkai pesawat Lion Air yang masih menghalangi jalur penerbangan pesawat lainnya.

"Sudah tiga hari saya bolak-balik ke bandara karena pihak Garuda yang tak pernah jelas menginformasikan jadwal penerbangan," ucap Ardiansyah, salah seorang calon penumpang Garuda.

Ariansyah mengatakan, semula dia akan berangkat pada Rabu (7/8/2013) lalu, tetapi tertunda karena insiden tergelincirnya pesawat Lion Air akibat menabrak sapi di landasan pacu bandara tersebut.

Ardiansyah mengaku sudah tiga hari ini bolak-balik dari wilayah Gorontalo Utara menuju bandara yang terletak di Kecamatan Isimu, Kabupaten Gorontalo. "Jarak tempuh kami ke bandara cukup jauh, sekitar 48 kilometer sehingga pihak Garuda harus bertanggung jawab atas kerugian ini," serunya.

Dia mengatakan, kejengkelannya sudah memuncak karena pembatalan terus dilakukan tanpa informasi jelas, apalagi pihak Garuda terkesan berbelit-belit memberikan penjelasan kepada calon penumpangnya.

Selanjutnya, para penumpang sepakat agar pihak Garuda menghadirkan pimpinannya, sekaligus meminta pihak bandara segera berupaya memindahkan bangkai pesawat agar tidak mengganggu keberangkatan.

"Saya terpaksa tidak bisa menikmati cuti Lebaran ini, sebab tidak punya arah yang jelas harus pulang kampung melalui jalur apa, ditambah lagi solusi berangkat melalui penerbangan di Bandara Sam Ratulangi harus terlebih dahulu menempuh perjalanan darat selama delapan jam," kata Ardiansyah lagi.

Pimpinan maskapai penerbangan Garuda Indonesia, Jumat (9/8/2013) siang, menemui perwakilan calon penumpang. Manajer Distrik Garuda Indonesia Gorontalo Antony Zulkarnain meminta agar para penumpang bersabar, mengingat otoritas bandara sedang berupaya memindahkan bangkai pesawat Lion Air yang masih berada di landasan pacu tersebut.

Selengkapnya soal penjelasan Garuda atas keterlambatan terbang ini baca: Jadwal Tertunda 3 Hari, Pimpinan Garuda Temui Perwakilan Penumpang.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X