Wihara di Kediri Berlakukan Pemeriksaan KTP

Kompas.com - 06/08/2013, 09:20 WIB
Polisi berjaga di Vihara Ekayana Buddhist Centre, Jakarta Barat, Senin (5/8/2013), pascaledakan bom pada Minggu malam. Terjadi ledakan bom berdaya ledak kecil di dalam vihara yang melukai tiga orang. Sebuah paket bom ditemukan gagal meledak. TRIBUN / HERUDINPolisi berjaga di Vihara Ekayana Buddhist Centre, Jakarta Barat, Senin (5/8/2013), pascaledakan bom pada Minggu malam. Terjadi ledakan bom berdaya ledak kecil di dalam vihara yang melukai tiga orang. Sebuah paket bom ditemukan gagal meledak.
|
EditorKistyarini

KEDIRI, KOMPAS.com — Ledakan bom yang menimpa Vihara Ekayana di Jakarta Barat pada Minggu (4/8/2013) malam mendorong kesigapan pengamanan bagi wihara lainnya. Vihara Saccako di Kediri, Jawa Timur, juga mulai meningkatkan pengamanannya.
 
"Kami sudah mendengar adanya bom itu. Makanya untuk tamu asing yang datang, kami wajibkan lapor keamanan dan diberlakukan pencatatan identitasnya," kata Rohmat Salim, penjaga Vihara Saccako, Senin (5/8/2013).
 
Wihara yang terletak di Kelurahan Semampir, Kecamatan Mojoroto, itu merupakan satu-satunya tempat ibadah umat Buddha di Kota Kediri. Wihara itu diresmikan pada tahun 2011 lalu dan anggota jemaatnya mencapai 200 orang.
 
Kepolisian setempat juga meningkatkan pengamanan terhadap wihara dan bekerja sama dengan para pengurusnya. Fokus pengamanan dilakukan pada pengecekan sistem pengamanan yang ada di lingkungan wihara, serta kesigapan para penjaga wihara jika dalam situasi darurat.
 
"Tadi sudah kita lakukan pengecekan lokasi dan ke depannya kita akan lebih intensifkan patroli," kata Kapolres Kediri Kota Ajun Komisaris Besar Ratno Kuncoro seusai melakukan pemeriksaan sistem pengamanan Vihara Saccako.
 
Selain pengamanan pada vwihara, Ratno menambahkan, pengamanan juga akan dilakukan pada semua tempat ibadah lainnya, bahkan juga pada pusat-pusat perbelanjaan. Terutama pada Lebaran ini, menurutnya, pengamanan akan melibatkan dari berbagai elemen.
 
"Tujuan kita adalah meningkatkan rasa aman bagi masyarakat," tandasnya.
 
Sebelumnya diberitakan, dua ledakan bom berdaya ledak rendah terjadi di Vihara Ekayana di Jakarta Barat, Minggu (4/8/2013). Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dari bom yang menyebabkan tiga orang luka ringan itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Tebang Pohon karena Halangi Papan Reklame di Jalan, 4 Orang Ditangkap

Regional
Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Fakta Siswi SMP Nikahi Pemuda 17 Tahun, Kenal Setahun, Tak Diketahui KUA

Regional
'Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu'

"Tidak Boleh Menafsirkan Sesuatu Secara Simbolis Seolah-olah Komodo Tak Suka Pembangunan Itu"

Regional
Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X