Meski Positif Narkoba, Kopilot Garuda Tetap Terbang Lagi

Kompas.com - 05/08/2013, 22:26 WIB
Pesawat milik Garuda Indonesia tribunnewsPesawat milik Garuda Indonesia
|
EditorGlori K. Wadrianto
KENDARI, KOMPAS.com — Petugas Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara (Sultra) harus gigit jari. Pasalnya, kedua institusi itu dibuat tak berdaya oleh kopilot Garuda Indonesia, Munoz Lopes Victor, saat akan diperiksa urine di Bandara Haluole Kendari, Selasa (5/8/2013).

Pemeriksaan urine oleh BNNP Sultra dan petugas kepolisian dari Direktorat Narkoba Polda setempat urung dilakukan. Sebab, kopilot Garuda Indonesia dengan penerbangan GA 678 keburu terbang kembali ke Makkasar. Hal itu terjadi sesaat setelah petugas berwenang tiba di Bandara Haluole.

"Kami batal melakukan tes urine terhadap kopilot Garuda karena setibanya anggota kami di Bandara pesawatnya sudah terbang lagi ke Makkasar. Bahkan, petugas BNNP Sultra sudah siap dengan seluruh perlengkapan pemeriksaan urine," ungkap Direktur Narkoba Polda Sultra AKBP Ery Susanto dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (5/8/2013) malam.

Ery mengaku mendapat informasi dari Polda Sulawesi Selatan yang menyatakan bahwa kopilot Garuda tersebut sebelumnya telah dinyatakan positif menggunakan narkoba setelah menjalani tes urine di BNNP setempat.

"Jadi, saya langsung koordinasi dengan kepala BNNP Sultra Pak Yusuf, lalu anggota langsung menuju Bandara sekitar pukul 15 atau 16 sore tadi. Tapi, pesawat Garuda sudah berangkat ke Makkasar dengan alasan sudah jadwal penerbangannya," jelas Ery.

Ery melanjutkan, polisi bisa saja mengamankan kopilot tersebut. Pasalnya, hasil tes urine dari Makkasar dinyatakan telah positif narkoba. "Karena sudah terbang ke Makkasar sehingga kewenangan untuk mengamankan kopilot itu menjadi kewenangan petugas di sana," sambung Ery.

Sebelumnya diberitakan, kopilot Garuda Indonesia Munoz Lopes Victor dinyatakan positif memakai narkoba oleh BNNP Sulsel setelah menjalani tes urine. Pemeriksaan urine dilakukan sebelum pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Sultan Hasanudiin, Makkasar, menuju Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin.

Tes urine ini dilakukan BNNP Sulsel bekerja sama dengan Polda Sulselbar dalam rangka pengawasan mudik Lebaran 2013.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X