Kompas.com - 04/08/2013, 12:14 WIB
Arus mudik di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, masih terlihat sepi, Minggu pagi tadi. K23-11Arus mudik di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, masih terlihat sepi, Minggu pagi tadi.
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com
- Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar memprediksi puncak arus mudik jatuh pada H-2 atau Selasa (6/7/2013).

"Awalnya kita memprediksikan arus mudik pada H -4, ternyata kita lihat mulai subuh hingga pagi ini penumpang belum terlihat signifikan. Jadi kita prediksikan puncaknya pada H-2," jelas Airport Duty Manager Anis Didipu, Minggu (4/8/2013).

Kendati pagi ini belum nampak ada lonjakan, Anis menjelaskan tahun ini penggunaan transportasi lewat udara naik 20 sampai 30 persen dibanding tahun lalu hanya berkisar 24 persen saja.

Dari rekapitulasi data monitoring angkutan Lebaran PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Sultan Hasanuddin-Makassar, dari jam 12.00 Wita hingga jam 24.00 Wita H-5 kemarin tercatat, penumpang domestik yang tiba di Makassar sebanyak 14.212 dengan 143 pesawat.

Sementara yang berangkat ada 138 pesawat dengan penumpang 16.495 orang.

"Untuk yang berangkat ke luar negeri cuma satu pesawat dengan tujuan Singapura, dengan 39 orang penumpang yang diangkut pesawat Air Asia. Sementara untuk yang datang di Makassar terdapat dua pesawat yakni Air Asia dari Singapura dan Garuda dari Kualalumpur dengan membawa penumpang 258 orang," ujarnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X