Laporkan PNS yang Ketahuan Mudik Pakai Mobil Dinas

Kompas.com - 01/08/2013, 18:42 WIB
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan KOMPAS.com/Indra AkuntonoGubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan
|
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan mendukung Menteri Dalam Negeri Gamawan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melarang pegawai negeri sipil (PNS) menggunakan mobil dinas saat mudik Lebaran tahun ini.

"Bagus itu. Saya mendukung, apalagi yang memerintahkannya KPK," kata Heryawan seusai mengikuti gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2013 di Lapangan Upacara Mapolda Jabar, Bandung, Kamis (1/8/2013).

Sebagai kepala daerah di Jawa Barat, dia telah menginstruksikan jajarannya untuk tidak memakai mobil dinas demi keperluan pribadi atau mudik.

"Saya juga sudah tegaskan kepada PNS di Jabar agar tidak menggunakan mobil dinas saat mudik," kata Heryawan.

KPK sebelumnya menyatakan, PNS yang menggunakan mobil dinasnya untuk keperluan mudik adalah jelas melanggar kekuasaan karena mobil dinas itu bukan untuk mudik.

"Kita ikuti aturannya. Ya, memang benar itu, memang tidak boleh mudik pakai mobil dinas," pungkasnya.

Heryawan mengimbau, masyarakat mau melaporkan kepada pihak berwenang jika melihat mobil berpelat merah digunakan mudik. "Laporkan saja jika melihat ada yang mudik pakai pelat merah, tentu akan kita tindak," pungkas Heryawan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Regional
Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Regional
Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Pohon Tumbang Timpa Mobil Berpenumpang Lima Orang di Madiun

Regional
Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Prajurit TNI di Perbatasan Amankan Kantong Plastik Isi 4 Bundel Amplop, Diduga untuk Serangan Fajar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X