Di Jalur Mudik Jabar, Ada 6 Polisi Tiap 200 Meter

Kompas.com - 01/08/2013, 15:51 WIB
Kendaraan pemudik terjebak kemacetan jalur pantai utara di sekitar jembatan layang pasar Cikampek, Karawang, Jumat (17/8/2012). Pada puncak arus mudik Lebaran tersebut, kemacetan terjadi di hampir semua jalur mudik.

KOMPAS/HERU SRI KUMOROKendaraan pemudik terjebak kemacetan jalur pantai utara di sekitar jembatan layang pasar Cikampek, Karawang, Jumat (17/8/2012). Pada puncak arus mudik Lebaran tersebut, kemacetan terjadi di hampir semua jalur mudik.
|
EditorKistyarini

BANDUNG, KOMPAS.com
— Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Suhardi Alius menyatakan, polisi akan membentuk pagar betis pada jalur pelintasan mudik di Jabar baik di jalur tengah (Sumedang), selatan (Nagreg), dan khususnya jalur pantai utara (pantura).

"Kita tegaskan bahwa di jalur perlintasan mudik di Jabar ini, dipastikan ada petugas setiap jarak 200 meter. Setiap 200 meter ada enam anggota, dua anggota Brimob, dan sisanya petugas polisi umum. Jadi, diharapkan tidak ada lagi kekosongan anggota di lapangan," kata Irjen Suhardi Alius seusai memimpin gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2013, di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Kamis, (1/8/2013).

Hal ini, kata Suhardi, sebagai salah satu antisipasi mengurai kemacetan pada pelintasan mudik di Jabar. "Sebagai bentuk untuk mengurasi kemacetan agar mudik tertib, aman, dan nyaman," kata Suhardi.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengapresiasi langkah yang diambil kepolisian. "Saya rasa bagus ya, saya mendukung sistem ini. Mudah-mudahan sistem ini memberikan rasa nyaman dan terbaik," kata Heryawan pada kesempatan yang sama.

Selain itu, lanjut Suhardi, pada setiap jalur pelintasan mudik akan diperbanyak rest area (tempat peristirahatan) khususnya untuk pemudik yang menggunakan sepeda motor. "Jadi manakala Anda capai saat mudik, kami imbau agar beristirahatlah di rest area yang telah kami sediakan. Setelah bugar baru boleh melanjutkan lagi," kata Suhardi.

Dia menambahkan, menyempatkan beristirahat setelah mengemudikan kendaraan sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.

"Kebanyakan kan pada mudik tahun lalu, kecelakaan terjadi pada pengendara sepeda motor. Kecelakaan terjadi karena pemudik kecapaian dan mengantuk, sehingga terjadilah kecelakaan. Mudah-mudahan dengan memperbanyak rest area seperti ini bisa menekan angka kecelakaan," kata Suhardi.

Di luar itu, Pertamina juga menyediakan tempat pembelian BBM khusus untuk sepeda motor. "Pom bensin khusus juga telah kita sediakan, jadi pengendara sepeda motor tidak perlu mengantre di tempat mobil," pungkasnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

UPT Logam Purbalingga Terbakar Hebat, 1 Orang Tewas dan 3 Gedung Rusak Berat

Regional
Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Kronologi Pria Bunuh Pasangan Sesama Jenis di Grobogan, Berawal dari Kencan yang Tak Dibayar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

[POPULER NUSANTARA] Ini Alasan Siswi Non-Muslim di Padang Diwajibkan Pakai Jilbab | Bayi 4 Bulan Dicekoki Miras oleh Pamannya

Regional
Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Duduk Perkara Dokter Ditemukan Tewas Dalam Mobil Sehari Setelah Divaksin Covid-19, Diduga Sakit Jantung

Regional
Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Detik-detik Seorang Remaja di Pekanbaru Tewas Setelah Terjatuh dan Tertabrak Mobil Damkar

Regional
Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X