Besaran Zakat Fitrah Kota Gorontalo Rp 23.000 Per Jiwa

Kompas.com - 01/08/2013, 13:48 WIB
Petugas mengemas paket zakat untuk dibagikan di Kantor Pusat Perum Pegadaian, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (3/9/2010). Pegadaian menyediakan 1.400 paket zakat berisi lima kilogram beras dan uang Rp 100.000 untuk diberikan kepada warga miskin.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Petugas mengemas paket zakat untuk dibagikan di Kantor Pusat Perum Pegadaian, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (3/9/2010). Pegadaian menyediakan 1.400 paket zakat berisi lima kilogram beras dan uang Rp 100.000 untuk diberikan kepada warga miskin.

GORONTALO, KOMPAS.com — Pemerintah menetapkan besaran zakat fitrah untuk Kota Gorontalo pada Ramadhan tahun ini adalah Rp 23.000 per jiwa. Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo, Syaifuddin Sidiki, Kamis (1/8/13).

Menurut Syaifuddin, besaran Rp 23.000 per jiwa ini telah disepakati dalam rapat koordinasi yang dipimpin Penjabat Wali Kota Gorontalo Weni Liputo dan diikuti unsur Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Gorontalo, tokoh agama, tokoh adat, camat se-kota Gorontalo, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Gorontalo.

Menurut aturan fiqih (hukum Islam), zakat fitrah adalah zakat berupa makanan pokok seperti beras sebesar 2,5 kilogram atau 3,1 liter. Zakat ini bisa diganti dengan uang yang nilainya setara dengan harga beras tersebut.

Dari data Disperindag, harga beras di Gorontalo berkisar Rp 7.000-Rp 10.000 per kilogram. “Kita ambil harga rata-ratanya, yaitu Rp 8.000, sehingga kalau dikali 2,5 kilogram kita bisa dapatkan angka Rp 23.000,” tutur Syaifuddin.

Syaifuddin mengimbau, masyarakat kota Gorontalo menyetorkan zakat fitrah di Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) yang ada di kelurahan masing-masing. “Ini sebagai upaya kontrol. Nantinya zakat tersebut akan diserahkan kepada dua golongan penerima zakat yakni fakir dan miskin,” kata Syaifuddin.

Batas akhir penyetoran zakat fitrah di UPZ-UPZ di Kota Gorontalo sama dengan yang disyaratkan dalam hukum Islam, yakni sebelum khatib naik mimbar pada shalat Idul Fitri.

Menurut Syaifuddin, penyetoran zakat fitrah di Gorontalo biasanya mengalami intensitas paling tinggi pada malam ke-27 Ramadhan.

“Alasannya karena masyarakat ingin mengantar zakat bersamaan dengan Lailatul Qadr. Biar bisa ditemani malaikat,” ujarnya.

Menanggapi keputusan ini, Debby Mano (30), salah seorang warga Gorontalo, menilai pemerintah agak terlambat. Menurut dia, besaran zakat fitrah harusnya diumumkan sebelum Ramadhan, mengingat dalam Islam zakat fitrah sudah bisa disetorkan sejak hari pertama puasa.

Debby sendiri mengaku telah menyetorkan zakat fitrahnya dan keluarganya kepada pemungut zakat di sekitar rumah mereka beberapa hari sebelumnya tanpa menunggu keputusan dari pemerintah.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Berani Kumpulkan Massa karena Pandemi, Cabup Malang Fokus Silaturahim ke Tokoh Masyarakat

Tak Berani Kumpulkan Massa karena Pandemi, Cabup Malang Fokus Silaturahim ke Tokoh Masyarakat

Regional
Video 2 Perempuan Berkelahi hingga Berdarah di Aceh, Ini Penjelasannya

Video 2 Perempuan Berkelahi hingga Berdarah di Aceh, Ini Penjelasannya

Regional
Polisi Tangkap 16 Terduga Perusak Kampus UNM dan Kantor Nasdem di Makassar

Polisi Tangkap 16 Terduga Perusak Kampus UNM dan Kantor Nasdem di Makassar

Regional
Satu Keluarga Korban Kebakaran di Legok Tangerang Dimakamkan Satu Liang Lahat di Gunungkidul

Satu Keluarga Korban Kebakaran di Legok Tangerang Dimakamkan Satu Liang Lahat di Gunungkidul

Regional
'Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan, Ini Amanah dari Masyarakat...'

"Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan, Ini Amanah dari Masyarakat..."

Regional
Warga Sumedang Diminta Tak Keluar Daerah Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Warga Sumedang Diminta Tak Keluar Daerah Saat Libur Panjang Akhir Oktober

Regional
Kisah Nenek Sumirah Makan dan Tidur di Rumah Penuh Sampah Bersama 2 Anak Gangguan Jiwa

Kisah Nenek Sumirah Makan dan Tidur di Rumah Penuh Sampah Bersama 2 Anak Gangguan Jiwa

Regional
Ambulans Pengantar Pasien Covid-19 Tabrakan dengan Truk Fuso, Sopir dan Bidan Luka Parah

Ambulans Pengantar Pasien Covid-19 Tabrakan dengan Truk Fuso, Sopir dan Bidan Luka Parah

Regional
Teater Tak Mati di Tengah Pandemi

Teater Tak Mati di Tengah Pandemi

Regional
Ini Satu-satunya Kelurahan yang Belum Terpapar Covid-19 di Kota Padang

Ini Satu-satunya Kelurahan yang Belum Terpapar Covid-19 di Kota Padang

Regional
Setahun Menabung di Galon Kosong, Romdoni Bayar Pajak Mobil Senilai Rp 1,2 Juta Pakai Koin

Setahun Menabung di Galon Kosong, Romdoni Bayar Pajak Mobil Senilai Rp 1,2 Juta Pakai Koin

Regional
Pembunuh Wanita Hamil 7 Bulan di Bandung Ternyata Suami Siri, Pelaku Juga Bawa Kabur Harta Korban

Pembunuh Wanita Hamil 7 Bulan di Bandung Ternyata Suami Siri, Pelaku Juga Bawa Kabur Harta Korban

Regional
Pengacara Memohon agar Hakim Bebaskan Bupati Bengkalis Amril Mukminin

Pengacara Memohon agar Hakim Bebaskan Bupati Bengkalis Amril Mukminin

Regional
Bayar Pajak Mobil Pakai Koin, Pedagang Mainan: Para Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan

Bayar Pajak Mobil Pakai Koin, Pedagang Mainan: Para Pejabat, Tolong Jangan Disalahgunakan

Regional
Detik-detik Seorang Warga Diserang Beruang Saat Berada di Ladang, Alami Luka Cakar di Bahu

Detik-detik Seorang Warga Diserang Beruang Saat Berada di Ladang, Alami Luka Cakar di Bahu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X