Kompas.com - 31/07/2013, 22:01 WIB
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Pudji Hartanto dan GM PT ASDP Indonesia Ferry cabang Merak, Supriyanto, saat meninjau lokasi jembatan penghubung (moveable bridge) di Dermaga Lima Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (31/7/2013). Jembatan ini sebelumya sempat ambruk pada Sabtu 27 Juli 2013, namun saat ini sudah selesai diperbaiki dan siap untuk dilewati oleh para pemudik. kompas.com/dani prabowoKepala Korlantas Polri Irjen Pol Pudji Hartanto dan GM PT ASDP Indonesia Ferry cabang Merak, Supriyanto, saat meninjau lokasi jembatan penghubung (moveable bridge) di Dermaga Lima Pelabuhan Merak, Banten, Rabu (31/7/2013). Jembatan ini sebelumya sempat ambruk pada Sabtu 27 Juli 2013, namun saat ini sudah selesai diperbaiki dan siap untuk dilewati oleh para pemudik.
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra Liauw

MERAK, KOMPAS.com - Dermaga lima Pelabuhan Merak, Banten, mulai Rabu (31/7/2013) ini sudah kembali dapat dilewati. Sebelumnya, dermaga ini sempat ditutup oleh PT ASDP Indonesia Ferry cabang Merak. Pasalnya, jembatan yang menghubungkan daratan dengan galangan kapal (moveable bridge) ambruk, Sabtu (27/7/2013).

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Merak, Supriyanto mengatakan, proses perbaikan jembatan yang ambruk telah rampung lebih cepat dari batas waktu yang diberikan. Pihak ASDP sebelumnya menargetkan perbaikan jembatan itu akan memakan waktu tiga hari.

"Target kami mulanya perbaikan dapat selesai tiga hari. Tetapi ternyata kurang dari tiga hari selesai," kata Supriyanto kepada wartawan di Pelabuhan Merak, Rabu (31/7/2013).

Saat ditanya penyebab ambruknya jembatan tersebut, Supriyanto enggan mengungkapkannya. Ia hanya mengatakan, ambruknya jembatan tersebut terkait faktor cuaca. Supriyanto menambahkan, nantinya pada saat puncak arus mudik yang diprediksi akan jatuh pada h-5 lebaran, jalur Dermaga Lima Pelabuhan Merak akan dikhususkan bagi kendaraan roda dua.

"Dermaga lima ini akan dikhususkan bagi kendaraan roda dua bersama Dermaga Empat," tandasnya.

Ambruknya jembatan penghubung sempat menyebabkan sebuah truk tronton bermuatan tepung tapioka jatuh ke laut saat turun dari kapal feri Windu Karsa Pratama. Insiden tersebut terjadi Sabtu 27 Juli 2013 sekitar pukul 23.00 WIB saat kapal yang berangkat dari Bakauheni Lampung melakukan bongkar muat di dermaga lima.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Kendati demikian, sampai saat ini aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab ambruknya jembatan tersebut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.