Pengungsi Banjir Ambon Mengaku Belum Dapat Bantuan

Kompas.com - 31/07/2013, 20:36 WIB
Banjir melanda Kota Ambon, Maluku, Selasa (30/7/2013). Menurut data Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Ambon, delapan orang meninggal dan tujuh orang hilang, serta puluhan orang lainnya terluka. KOMPAS.COM/RAHMAN PATTYBanjir melanda Kota Ambon, Maluku, Selasa (30/7/2013). Menurut data Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Ambon, delapan orang meninggal dan tujuh orang hilang, serta puluhan orang lainnya terluka.
|
EditorKistyarini

AMBON, KOMPAS.com - Kondisi ribuan pengungsi banjir dan tanah longsor di Ambon sangat memprihatinkan. Hingga Rabu (31/7/2013), para pengungsi mengaku belum mendapatkan bantuan bahan makanan maupun selimut.

Pantauan Kompas.com di beberapa lokasi pengungsian, antara lain di Batu Merah, Batu Gaja, dan Jalan Baru, juga di kawasan Talake, para pengungsi mengaku belum mendapat bantuan.

“Sejak mengungsi dari kemarin, hingga hari ini belum ada bantuan bahann makanan dan juga keperluan mendasar lainnya yang kami butuhkan,” kata Rifai salah satu pengungsi di jalan Baru.

Hal yang sama dikeluhkan Marlen de Pretes. Pengungsi di Batu Gaja ini mengaku sama sekali belum mendapat bantuan apa-apa dari pemerintah, padahal dirinya dan keluarganya hanya menyelamatkan diri dengan pakaian di badan, setelah rumahnya hanyut terbawa air sungai.

Sio Kasing (kasihan) katong (kita) belum mendapat bantuan apa – apa, memang ada bantuan nasi bungkus, tapi sejauh ini bantuan bahan makanan yang kami butuhkan belum juga datang,” kata Marlen.

Para pengungsi mengatakan, saat ini yang mereka butuhkan yakni penyediaan air bersih, selimut dan keperluan bayi. ”Rumah-rumah kita hancur, dan kita menyelamatkan diri tanpa membawa apapun, masa hingga hari ini belum juga ada bantuan,” ujar salah satu pengungsi.

Meski banjir juga merusak jaringan air bersih, namun di lokasi-lokasi pengungsian, tidak terlihat fasilitas air bersih bagi para pengungsi. Tidak terlihat pula bantuan tanggap darurat seperti bahan makanan.

Warga pun berharap, pemerintah memperhatikan apa yang mereka alami sehingga kesulitan yang mereka alami dapat sedikit berkurang. "Kami berharap agar pemerintah dapat segera menolong kami para pengungsi, masa sampai dengan hari ini belum juga ada bantuan,” katanya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Cerita Perjuangan Christina Sembuh dari Covid-19, Jalani Hari Berat di Ruang Isolasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

[POPULER NUSANTARA] Tasikmalaya Terapkan Local Lockdown | Isolasi Wilayah, Warga Dusun Diberi Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Surabaya Zona Merah Covid-19, Belajar di Rumah Kembali Diperpanjang

Regional
Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Ini Cerita Dukungan Warga Untuk Tenaga Medis di Indonesia, Kirim Kopi hingga Buatkan APD Gratis

Regional
Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Klaim Warga Belanda Positif Terinfeksi Virus Corona di Jatim, Dibantah Pihak Rumah Sakit

Regional
90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

90 Warga Dikarantina Usai Tengok Pasien yang Ternyata Positif Corona, Dusun Ini Langsung 'Local Lockdown'

Regional
Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Kisah Para Tenaga Medis di Tanah Air Gunakan Jas Hujan Saat Tugas di Tengah Wabah Corona

Regional
Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Cerita Unik Warga Perangi Corona, Lockdown di Kampung hingga Penyemprot Disinfektan Otomatis

Regional
Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Warga Desa di Purbalingga Geger Setelah Mengetahui Pasien yang Dibesuk Positif Corona

Regional
Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Fenomena Waterspout di Aceh, Suara Bergemuruh dan Berlangsung 25 Menit

Regional
Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Tak Terima Diputus, Pemuda Ini Sebarkan Video Mesum Mantan Pacar

Regional
Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Gelar Pelatihan Petugas Haji di Tengah Wabah Corona, 4 Peserta Dinyatakan Positif dan 14 PDP

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Malang Sembuh, Pemkot: Memang Bisa Disembuhkan, tapi…

Semua Pasien Positif Corona di Malang Sembuh, Pemkot: Memang Bisa Disembuhkan, tapi…

Regional
Gempa M 5,8 Berkedalaman 10 Km Guncang Sulteng, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,8 Berkedalaman 10 Km Guncang Sulteng, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kota Palopo, BPBD Kerahkan Pompa Sedot

Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kota Palopo, BPBD Kerahkan Pompa Sedot

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X