Pejabat Kediri Dilarang Terima Parsel Lebaran

Kompas.com - 31/07/2013, 10:20 WIB
Penjual parsel udah menjajakan dagangannya di pinggir jalan Barito II, Kelurahan Gandaria Selatan, Selasa (23/7/2013). Harga uang ditawarkan dari Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah. KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTIPenjual parsel udah menjajakan dagangannya di pinggir jalan Barito II, Kelurahan Gandaria Selatan, Selasa (23/7/2013). Harga uang ditawarkan dari Rp 200 ribu hingga jutaan rupiah.
|
EditorFarid Assifa

KEDIRI, KOMPAS.com — Wali Kota Kediri, Jawa Timur, Samsul Azhar, menegaskan, pejabat di lingkungan pemerintahannya diharamkan menerima bingkisan Lebaran dalam bentuk apa pun.

“Tidak boleh ada pejabat yang menerima parsel Lebaran, karena itu memang dilarang,” kata Samsul Azhar, Selasa (30/7/2013).

Larangan pejabat terima parsel, menurut Samsul, sama dengan yang diberlakukan pada Lebaran tahun sebelumnya. Hal itu untuk menghindari adanya pejabat terseret masalah hukum karena parsel dapat dikategorikan sebagai bentuk gratifikasi.

Seperti diketahui, peraturan tentang gratifikasi tersebut telah diatur dalam perundangan tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Secara spesifik, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga pernah mengeluarkan edaran larangan penerimaan parsel bagi abdi negara.

Meski melarang menerima parsel, Samsul tidak melarang penggunaan mobil dinas untuk keperluan mudik Lebaran. Tentang penggunaan kendaraan ini, Wali Kota yang pernah diperiksa penyidik kepolisian dalam dugaan kasus korupsi pembangunan jembatan Brawijaya ini mempunyai syarat tertentu.

“Asal kendaraan tidak sampai hilang dan segalanya ditanggung sendiri saja,” tegas Samsul menyebutkan syaratnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Jelang Muktamar, Waketum PPP: Kami Berupaya Keluar dari Krisis di Pemilu 2019

Regional
Libur Panjang, Pengunjung 'Rest Area' Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Libur Panjang, Pengunjung "Rest Area" Tol Trans Jateng Wajib Ikut Test Cepat

Regional
Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow Selatan Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X