Kompas.com - 31/07/2013, 09:59 WIB
Warga Kendal saat padati pasar murah k9-11Warga Kendal saat padati pasar murah
|
EditorFarid Assifa

KENDAL, KOMPAS.com - Ratusan warga Kendal Jawa Tengah berebut membeli sembako di pasar murah yang digelar oleh pemerintah kabupaten setempat, Rabu (31/7/2013). Masyarakat yang sudah memadati Alun-alun Kendal sejak jam 7 pagi di tempat digelarnya pasar murah tersebut, seperti sudah tidak sabar untuk membeli.

Akibatnya, puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kendal yang menjadi pagar pembatas, terlihat kuwalahan. Mereka terus menahan dorongan warga yang sudah tak sabar. Meski akhirnya, pagar pembatas dari Satpol PP itu pun harus jebol. Padahal, Bupati Kendal Widya Kandi belum memotong pita sebagai tanda dibukanya pasar murah.

Seusai membuka pasar murah, Widya Kandi Susanti mengatakan, pasar murah adalah kegiatan rutin yang digelar setiap tahun sekali oleh Pemerintah Kabupaten Kendal. Tujuannya untuk membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.

“Harga sembako yang dijual di pasar murah ini lebih murah kalau dibandingkan dengan harga sembako di pasar umum. Selesihnya mencapai 1.500 rupiah per kilonya,” kata Widya.

Widya menjelaskan, pasar murah diikuti oleh 60 stand dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), organisasi wanita, BUMN dan BUMD.

Menurutnya, pasar murah digelar selama dua hari, mulai hari ini hingga Kamis (1/8/2013) besok. Pegawai negeri sipil (PNS) dilarang membeli kecuali pada hari terakhir nanti. Itu pun untuk PNS golongan rendah.

Salah satu warga Kendal, Maryam (45), yang memebeli gula dan beras di pasar murah, mengaku senang dengan adanya pasar murah tersebut. Meskipun selisih harga hanya Rp 1.000 hingga Rp 1.500, Maryam menilai kegiatan ini sudah cukup membantu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Saya beli gula dan beras. Gula pasir kalau di pasar umum harganya 10.000 per kilogram. Tapi di sini hanya 9.000 rupiah. Kalau beras C4 ini, per 5 kilogram hanya 35.000 rupiah. Padahal kalau di luar, bisa lebih,” katanya.

Maryam menambahkan, di pasar murah ini dirinya hanya mampu membeli 2 kilogram gula pasir dan 2 plastik beras C4, yang harga satu plastiknya Rp 35.000 dengan isi 5 kilogram.

“Uang saya hanya 100.000 ribu rupiah,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
Vaksinasi di Sentra Gradhika Jateng Berhasil Ditertibkan dalam 1 Jam, Ganjar Siap Evaluasi

Vaksinasi di Sentra Gradhika Jateng Berhasil Ditertibkan dalam 1 Jam, Ganjar Siap Evaluasi

Regional
Warga Graha Muria, Kudus Terapkan “Jogo Tonggo”, Ganjar Akui Terkesan

Warga Graha Muria, Kudus Terapkan “Jogo Tonggo”, Ganjar Akui Terkesan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X