Polda Jabar Juga Pakai "Pagar Betis" di Nagreg dan Pantura

Kompas.com - 30/07/2013, 20:52 WIB
Kemacetan terjadi di ruas jalan yang terletak di sekitar Pasar Leles, Garut, Jawa Barat, Senin (30/7/2013). Jalan ini merupakan jalur alternatif bagi para pemudik yang melalui jalur selatan atau seputar Nagreg. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Kemacetan terjadi di ruas jalan yang terletak di sekitar Pasar Leles, Garut, Jawa Barat, Senin (30/7/2013). Jalan ini merupakan jalur alternatif bagi para pemudik yang melalui jalur selatan atau seputar Nagreg.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Suhardi Alius mengaku bakal membentuk pagar betis pada pelintasan arus mudik di Jawa Barat, khususnya di pelintasan terpadat, jalur utara (pantura), jalur tengah (Sumedang), dan jalur selatan (jalur Nagreg).

"Kami pastikan akan adanya pagar betis pada pelintasan mudik di Jabar, terutama di jalur Nagreg dan pantura. Jadi, nanti, pada pelintasan jalur mudik itu akan ada petugas yang siaga setiap jarak 200 meter," kata Suhardi pada acara rakor muspida Operasi Ketupat 2013 di Polda Jabar, Selasa (30/7/2013).

Pembentukan pagar betis akan mulai terlihat pada puncak arus mudik yang diperkirakan pada H-4 hingga Lebaran.

Suhardi menambahkan, penyediaan pagar betis juga dilakukan untuk memberikan arahan kepada para pemudik agar mematuhi peraturan lalu lintas. "Kami harapkan agar pemudik mematuhi segala peraturan lalu lintas. Mudah-mudahan mudik Lebaran ini tertib, aman, dan lancar tanpa adanya hambatan," kata Suhardi.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X