Kompas.com - 30/07/2013, 19:15 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Nasib sial menimpa Rahab Siadari (43), Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Batu VI Perumnas, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kesialan terjadi saat dia bermaksud memperbaiki ban mobil miliknya nomor polisi BK 1267 MJ yang kempes di depan Hotel Sapadia, Jalan Diponegoro, Pematangsiantar.

Uang sebanyak Rp38 juta dan sejumlah dokumen berharga digasak pencuri dari dalam mobilnya, Selasa (30/7/2013).  "Sebelum kejadian, saya baru saja mengambil uang dari BNI 46 Jalan Merdeka Pematangsiantar. Namun persis di Kantor CPM Jalan Diponegoro, seorang pengendara sepeda motor menegur membilang ban mobil saya kempes," kata Rahab Siadari.

Rahab lantas memarkir mobil di sebuah bengkel tak jauh dari Hotel Sapadia. "Saya lalu turun dan meminta pemilik bengkel untuk memperbaiki ban mobil sebelah kiri. Saat itulah pelaku mengambil tas saya yang ada di jok depan. Kebetulan memang saya lupa mengunci pintu mobil sebelah kanan. Ketika saya bermaksud mengambil kunci dari mobil saya tak lagi melihat tas," katanya.

Tas itu, kata Rahab berisi uang untuk keperluan Alat Tulis Kantor (ATK) sebanyak Rp 38 juta yang akan dibayarkan kepada rekanan, sejumlah surat, dan dokumen berharga lainnya.

Rahab memperkirakan, sejak masih di BNI 46, pelaku sudah mengempesi ban mobil dan terus menguntit hingga kemudian berpura-pura menegur menyampaikan ban mobil kempes. Saat pelaku menegurnya, Rahab juga merasa sedang hilang kesadaran.

"Kayak mimpi saat ditegur pengendara sepedamotor itu. Setelah beberapa saat pascakejadian, barulah saya sadar dan panik kehilangan berisi uang dan dokumen berharga," katanya.

Saat melapor ke Polres Pematangsiantar, Rahab juga mengaku kesal karena polisi sempat meragukan laporannya atas kecurian uang dan menuduh Rahab berpura-pura.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Masa saya dibilang pura-pura. Karena katanya polisi pernah menangani kasus serupa, pelapor berpura-pura dicuri ratusan juta rupiah, padahal hanya modus untuk bisa mendapatkan uang. Marah saya sama polisi. Masa saya kecurian dibilang pura-pura," ujar Rahab.

Atas kejadian ini, Kepala Satuan Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Daniel Marunduri mengatakan pihaknya sudah menerima laporan pengaduan korban.

Menurut Daniel, pencurian dengan pemberatan modus membuat ban mobil korban kempes, ini merupakan kejadian kedua.

Sebelumnya juga sudah terjadi pekan lalu pada korban lainnya atas nama Dangas Sihombing, warga Parluasan, Pematangsiantar. "Kita sudah dapat mengidentifikasi pelaku pencurian ini. Karena kejadian ini yang kedua kali," ujarnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X