Kompas.com - 30/07/2013, 17:24 WIB
Banjir melanda Kota Ambon, Maluku, Selasa (30/7/2013). Menurut data Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Ambon, delapan orang meninggal, tujuh orang hilang, dan puluhan lainnya terluka akibat bencana tersebut. KOMPAS.COM/RAHMAN PATTYBanjir melanda Kota Ambon, Maluku, Selasa (30/7/2013). Menurut data Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Ambon, delapan orang meninggal, tujuh orang hilang, dan puluhan lainnya terluka akibat bencana tersebut.
|
EditorGlori K. Wadrianto
AMBON, KOMPAS.com — Ribuan warga mengungsi dari rumah mereka setelah banjir hebat menerjang hampir sebagian kawasan dan permukiman warga di Ambon, Selasa (30/7/2013).

Warga berusaha menyelamatkan diri setelah banjir dengan ketinggian empat hingga tujuh meter menyapu hampir sebagian besar kawasan di Ambon, khususnya di sejumlah kawasan yang berada dekat dengan aliran sungai.

Ribuan warga ini menyelamatkan diri ke sejumlah tempat aman, seperti masjid, gereja, dan sejumlah fasilitas umum lainnya yang dianggap aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon Broery Tjokro kepada wartawan, sore tadi, mengatakan, diperkirakan lebih dari 4.000 warga terpaksa mengungsi akibat musibah tersebut.

"Warga yang mengungsi lebih dari 4.000. Ini masih data sementara. Kemungkinan jumlahnya lebih daripada itu," ungkap Tjokro.

Banjir ini menerjang semua kecamatan yang berada di Ambon, yakni Kecamatan Sirimau, Kecamatan Nusaniwe, Kecamatann Baguala, Kecamatan Teluk Baguala, dan Kecamatan Leitimur Selatan.

"Banjir ini merendam semua kecamatan yang ada di Ambon," kata Wali Kota Ambon kepada wartawan di kawasan lokasi bencana Batu Gaja.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Kompas.com dari BPBD Kota Ambon, hingga sore tadi tercatat delapan warga dinyatakan meninggal dunia, tujuh hilang, dan puluhan warga lainnya mengalami luka–luka.

"Delapan warga tercatat meninggal dunia, tujuh hilang, dan puluhan lainnya luka–luka," kata Kepala BPBD Kota Ambon Broery Marantika. Banjir di Ambon kali ini merupakan yang terparah. Bahkan, banjir ini lebih parah dari yang pernah terjadi sebelumnya pada 1 Agustus 2012.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X