Kompas.com - 30/07/2013, 14:22 WIB
Dua tersangka kasus peredaran uang asing palsu bersama Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Tengah Kombes Pol Mas Guntur Laupe (kanan) dan sejumlah barang bukti berupa uang asing palsu dalam gelar perkara di Markas Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Jalan Sukun Raya Semarang Selasa (30/7/2013) KOMPAS.com/PUJI UTAMIDua tersangka kasus peredaran uang asing palsu bersama Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Tengah Kombes Pol Mas Guntur Laupe (kanan) dan sejumlah barang bukti berupa uang asing palsu dalam gelar perkara di Markas Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Jalan Sukun Raya Semarang Selasa (30/7/2013)
|
EditorKistyarini

SEMARANG, KOMPAS.com — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Tengah membongkar kasus peredaran uang asing palsu. Polisi menahan dua tersangka dan menyita sejumlah barang bukti berupa uang asing palsu.

Uang palsu yang disita adalah 998 lembar uang dollar AS, 100 lembar uang rubel Belarus, serta 90 lembar uang dollar Singapura.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kepolisian Daerah Jawa Tengah Kombes Pol Mas Guntur Laupe mengatakan, para tersangka ditangkap pada 12 Juli 2013 malam di sebuah penginapan di Karangayu, Semarang.

"Ada informasi akan ada transaksi. Uang belum diedarkan baru mau berupaya untuk menukarkan," kata Guntur Laupe, dalam gelar perkara di Markas Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah, Selasa (30/7/2013).

Ia mengatakan sudah bisa memastikan jika uang-uang yang dibawa dengan tas coklat itu palsu. Namun, ada juga yang masih akan dikroscek ke kedutaan masing-masing, karena ada uang pecahan tertentu yang sudah tidak beredar dengan tahun pembuatan 1928.

"Dari kertas beda, cetakan juga lain. Tapi anehnya ini nomor seri urut, biasanya kalau yang buat uang palsu begini kan nomor seri acak," jelasnya.

Kasus ini, ungkap Guntur, masih terus didalami, sebab para tersangka hanya sebagai pembawa dan yang mengedarkan bukan tersangka utama atau pembuat. Terdapat tiga pelaku lain yang masih dikejar dan diduga ada di Jawa Tengah. Dua tersangka yang ditangkap adalah Natanael Setiawan (31), warga Jakarta, dan Agus Indarjo (53), warga Tegal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada dugaan peredaran uang palsu tersebut untuk mengumpulkan dana operasional sebuah organisasi. Kasubdit II Perbankan/Eksus Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Indra Krismayadi mengatakan, salah satu tersangka merupakan pimpinan perkumpulan Sri Paduka Maharaja.

"Perkumpulan itu misinya untuk menyatukan raja Nusantara, pengakuan tersangka sebagian dana akan digunakan untuk menggerakkan organisasi,"katanya.

Adapun sebagian lain untuk menjalankan sejumlah proyek yang dijalankan. Uang-uang itu dibawa dari Jakarta dengan tujuan diedarkan di wilayah Semarang. Pengungkapan ini merupakan yang pertama di wilayah Jawa Tengah.

Kedua tersangka terancam pidana Pasal 244 dan 245 KUHP yakni membawa, menyimpan, dan mengedarkan uang palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.