Kompas.com - 30/07/2013, 06:44 WIB
Ilustrasi Kompas.com/ EricssenIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com — Aparat Kepolisian Resor (Polres) Magelang menangkap Slamet Riyadi (19), tersangka pembunuhan sopir bandara, Ignatius Andi Wibowo. Tersangka terpaksa ditembak polisi di bagian kaki kirinya lantaran hendak berusaha melarikan diri.

Warga Dusun Ngomuk, Desa Mriyan, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, itu telah membunuh korban dengan cara sadis. Jasad korban dimasukkan ke karung dan dibuang di Kali Balong, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Senin (7/7/2013) lalu.

"Motif pembunuhan yang dilakukan tersangka adalah hendak berusaha memiliki kendaraan yang dibawa korban. Tersangka juga sudah merencanakan sejak awal. Bahkan, sebilah pisau untuk membunuh juga sudah disiapkan," terang Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono melalui Kasatreskrim AKP Saprodin, Senin (29/7/2013).

Kepada petugas, tersangka mengaku, awalnya dia berpura- pura merental mobil Innova hitam nomor polisi B 1099 CFJ yang dibawa korban dari Bandara Adi Sumarmo, Solo, dengan dalih hendak menghadiri lelayu. Setelah terjadi kesepakatan soal harga, baik mobil maupun sopir, keduanya berangkat ke arah Cempogo menuju Selo, perbatasan Kabupaten Boyolali-Magelang.

Sampai di sekitar Jrakah, lanjut Saprodin, tersangka berpura-pura akan kencing. "Begitu mobil berhenti, sopir yang masih mengenakan sabuk pengaman dihujam pakai pisau tanpa ampun, dua di bagian dada, dua tusukan di kening, dan kepala bagian belakang sebelah kiri dipukul menggunakan palu," ujar Saprodin.

Setelah yakin korban tewas, tersangka lalu memindahkan tubuh korban ke belakang dan mengambil alih kendali mobil. Sampai di dekat Pasar Cempogo, tersangka berhenti untuk membeli tali rafia dan karung. Karungnya buat untuk membungkus kepala korban, talinya untuk mengikat kaki korban.

Tersangka kemudian melanjutkan perjalanan menuju Magelang. Sampai di tepi Kali Balong di Dusun Kledokan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, jasad korban dibuang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kemudian mobil dibawa melewati Kopeng Salatiga, menuju rumah tersangka di Gumuk, Mriyan Musuk, Boyolali," lanjut Saprodin.

Sementara itu, Slamet mengaku sengaja membunuh Ignatius Ari Wibowo karena menginginkan mobil korban untuk jual. Sebelum ditangkap, dia sempat melakukan negoisasi dengan seorang pembeli.

"Sudah ada yang nawar Rp 15 juta, tapi saya minta Rp 30 juta," kata Slamet yang masih tergolong remaja itu.

Agar tidak ketahuan polisi, dia mengecat velg dengan warna merah. "Biar kelihatan keren," katanya.

Namun demikian, tetap saja polisi mudah mengenali mobil curian tersebut karena pelat nomornya masih tertempel. Akibat perbuatannya, tersangka terancam Pasal 365 dan 340 KUHP tentang curas disertai pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X