Kompas.com - 29/07/2013, 17:58 WIB
Kondisi bangunan rusunawa Kolaka. KOMPAS.com/SUPARMAN SULTANKondisi bangunan rusunawa Kolaka.
|
EditorKistyarini

KOLAKA, KOMPAS.com — Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Sulawesi Tenggara, menganggap mubazir bantuan pemerintah pusat untuk rumah susun sederhana (rusunawa) kepada Pemda Kolaka.

Ketua Komisi III DPRD Kolaka Rusman mengatakan, seharusnya tahun ini rusunawa itu sudah berjalan optimal.

"Kita pernah lakukan studi banding ke Kabupaten Cimahi terkait masalah rusunawa ini. Ada beberapa opsi yang kami tawarkan kepada Pemda Kolaka. Di antaranya dibuat unit pembantu teknis dinas (UPTD). Bahkan kita setujui penggunaan anggaran melalui APBD sebesar Rp 700 juta dengan harapan bisa berjalan optimal dan berguna bagi masyarakat," kata Rusman, Senin (29/7/2013).

Kata Rusman, pada perubahan anggaran tahun 2011, DPRD setujui anggaran Rp 700 juta untuk sarana listrik dan air bersih. Bahkan, ratusan juta rupiah lagi ditambahkan pada pengusulan anggaran tahun 2012 karena pengadaan air bersih dan listrik masih dianggap kurang. Untuk menunjang secara optimal, pihak DPRD juga menyetujui pembuatan perda khusus rusunawa ini.

Makanya pihaknya merasa heran, dengan gelontoran dana APBN puluhan miliar serta ratusan juta rupiah dari APBD itu seharusnya rusunawa tersebut sudah menjadi hunian yang nyaman bagi warga Kolaka yang berpenghasilan rendah, sesuai peruntukannya.

"Perdanya sudah jadi, anggaran APBD sudah dikucurkan. Makanya kami heran kalau hingga saat ini megaproyek itu terbengkalai. Jelasnya, bantuan bangunan senilai puluhan miliar dari pusat ini terbengkalai, jadinya barang yang mubazir. Letaknya sangat strategis dan kalau dikelola secara benar, rusunawa ini bisa jadi kompleks mewah dan jadi ikon Kolaka," tambahnya.

Bahkan anggota DPRD dari Fraksi PKS ini menganggap dinas terkait telah gagal dalam perencanaan.

"Ini suatu kegagalan yang besar. Perencanaan yang tidak matang. Jujur kami kecewa, bahkan sudah sering kami panggil pihak terkait untuk dengar keluhannya. Tidak tanggung-tanggung ratusan juta dana APBD diserap dari proyek itu. Katanya untuk sarana air bersih dan listrik, tapi toh masih juga seperti itu. Saya heran kenapa baru delapan kepala keluarga di sana. Jangan-jangan dengan kondisi saat ini rusunawa tidak diminati warga," paparnya.

Kondisi bangunan rusunawa yang dibangun sekitar tahun 2009 serta memiliki lebih dari 100 ruangan ini hampir tidak layak huni lagi. Selain belum tersedianya sarana air bersih, tampak juga lubang-lubang di dinding bangunan.

Berdasarkan data di situs resmi Pemda Kolaka, rusunawa ini dianggarkan sebesar Rp 29 miliar oleh pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Sebelumnya Kepala Dinas PU Muh Natsir merasa wajar kalau bangunan rusunawa retak dan rusak, tetapi masih bisa ditinggali. "Hal yang wajarlah kalau retak. Itu masih bisa ditinggali. Kendalanya saat ini sarana air bersih. PDAM meminta Rp 24 juta untuk biaya sambungan," kata Muh Natsir.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.