Kompas.com - 29/07/2013, 16:29 WIB
Ilustrasi DHONI SETIAWAN/KOMPAS IMAGESIlustrasi
EditorFarid Assifa

PADANG, KOMPAS.com - Tim Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumbar menyelidiki tiga oknum polisi yang diduga menjadi bandar judi toto gelap atau togel.
    
"Tiga oknum polisi yang diselidik Propam Polda Sumbar yakni Aiptu W, Briptu J, dan Briptu A," kata Kabid Humas Polda Sumbar, AKBP Syamsi, di Padang, Senin (29/7/2013).
    
Menurut dia, tiga oknum polisi tersebut ditangkap Polres Lima Puluh Kota di daerah Balai Panjang, dekat SPBU Ngalau Sampik, Kabupaten Limapuluh Kota.

"Mereka ditangkap petugas saat dilakukan razia di daerah Balai Panjang dekat SPBU Ngalau Sampik," ujar dia.

Polda Sumbar belum tahu keterlibatan oknum polisi tersebut menjadi bandar judi togel. "Mereka masih diperiksa penyidik Propam Polda Sumbar terkait dugaan menjadi bandar togel online tersebut," jelas Syamsi.

Dia mengatakan, tidak saja tiga oknum polisi yang ditangkap waktu razia tersebut, namun juga tujuh orang yang diamankan pihak kepolisian menjadi bandar judi togel.

"Mereka itu diduga merupakan jaringan judi togel internasional yakni Hongkong dan Singapura," kata dia.

Menurut dia, tujuh bandar togel tersebut sudah lama menjadi incaran jajaran Polda Sumbar untuk ditangkap. Mereka juga melancarkan aksi di daerah Pekanbaru dan beberapa wilayah hukum Sumbar.
    
Para tersangka yang ditangkap tersebut memiliki peranan yang berbeda-beda, ada yang sebagai pengumpul pemasang nomor, dan juru hitung.
    
"Para bandar tersebut mendapat omzet yang cukup tinggi dari hasil perjudian itu," ujar dia.

Saat ini, penyidik Dit Reskrimum Polda Sumbar masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terkait kasus tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Polda Sumbar akan koordinasi dengan Polda Riau untuk menangkap bandar togel besar tersebut," jelas Syamsi.

Dia menambahkan, kawanan bandar judi togel internasional tersebut sedang menjalani pemeriksaan dan proses hukum.

"Mereka akan dijerat pasal 303 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara," kata dia.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X