PNS Borong Sembako, Warga Miskin Antre "Voucher"

Kompas.com - 29/07/2013, 16:14 WIB
Pasar murah di Kendari, Sultra diserbut baik warga miskin maupun kaya. Kompas.com/ Kiki Andi PatiPasar murah di Kendari, Sultra diserbut baik warga miskin maupun kaya.
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com
- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar pasar murah yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin, Senin (29/7/2013). Program itu meringankan beban warga miskin atas kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) selama bulan suci Ramadhan.

Namun faktanya, hajatan sosial ini justru dijejali pegawai negeri sipil (PNS) setempat. Dari hasil pantauan Kompas.com, di pelataran eks MTQ Kendari terlihat puluhan PNS menggunakan seragam memborong sembako di pasar murah.

Tak hanya itu, sejumlah warga menggunakan mobil pribadi juga terlihat membeli sejumlah bahan sembako, kemudian diangkut ke mobilnya. Mereka membeli kebutuhan pokok seperti gula, telur dan minyak goreng dalam jumlah banyak.

Sementara ratusan warga kurang mampu, terlihat antre menukar voucher pembelian seharga Rp 100.000. Warga terpaksa mengantre lama karena tawaran harga di voucher tergolong menggiurkan. Gula  pasir  dijual seharga Rp 11.500 per kilogram, sementara harga pasaran Rp 14.000 per kilogram.  

"Saya antrean dari tadi dengan bawa voucher 100.000 karena banyak sekali orang yang datang, memang murah dibanding beli di pasar. Beda harga di pasaran dengan pasar murah bisa sampai  2.000," ungkap Laela di lokasi pasar murah.

Di tempat sama, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Provinsi Sulawesi Tenggara, Saemu Alwi mengakui, pasar murah ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu untuk dapat memenuhi kebutuhan menjelang lebaran.

"Pasar murah ini kami lakukan sejak hari ini hingga 2 Agustus mendatang, tujuan kami menyelenggarakan pasar murah ini agar masyarakat kurang mampu tidak terlalu terbebani dengan kebutuhan untuk menghadapi hari Raya Idul Fitri," katanya.

Pihaknya juga telah menyiapkan voucher belanja gratis sebanyak 3.700 yang dibagikan kepada masyarakat tidak mampu dan yang menjadi korban banjir.

Setiap kepala keluarga, lanjut  Saemu mendapatkan  voucher belanja seharga Rp 100.000. Data warga miskin penerima voucher belanja di pasar murah diperoleh dari tim penggerak PPK Provinsi Sultra yang tersebar di Kota Kendari.

“Kami kerjasama dengan TP PKK Provinsi dan 17 distributor sembako. Kegiatan pasar murah juga dilaksanakan di setiap kabupaten dan kota,” jelasnya.

Saemu menambahkan, sebenarnya pasar murah tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat dengan taraf ekonomi menengah ke bawah, melainkan juga terbuka untuk umum.

"Tetapi diprioritaskan lebih dulu masyarakat yang penerima voucher belanja gratis, setelah itu baru dibuka untuk masyarakat umum," tambahnya.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Dokter Sardjono Meninggal karena Covid-19 Rabu Dini Hari, Sorenya Istri Juga Berpulang

Regional
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Kendari, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

[POPULER NUSANTARA] Rumah Mahfud MD di Madura Didemo Massa | Jejak Ali Kalora Pemimpin MIT di Sulteng

Regional
Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Istri Dokter Sardjono Meninggal, Diduga Tertular Covid-19 dari Suaminya

Regional
Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Diskusi soal Penanganan Covid-19, AHY Malam-malam Sowan ke Ganjar

Regional
Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Menyusul Suaminya, Istri Dokter Sardjono Meninggal akibat Covid-19

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Kasus Covid-19 Melonjak, Lampu Jalan Protokol di Kota Tegal Dimatikan

Regional
Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Pengasuh dan Pengurus Pondok Positif Covid-19, Seorang Santri Terpapar Corona

Regional
Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Kunjungi Kader di Daerah, AHY Ingin Ulang Kenangan Manis di Jawa Tengah

Regional
Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Kembali Zona Merah, Wali Kota Batu Sebut karena Klaster Keluarga, Bukan Pariwisata

Regional
Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Gubernur Gorontalo Jelaskan Penyebab Pulau Dudepo Belum Teraliri Listrik

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang, Satgas: Sebenarnya Bisa Dibubarkan, Cuma...

Regional
Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Ratusan TPS di NTT Tak Miliki Listrik dan Jaringan Internet yang Memadai

Regional
Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Turnamen Sepak Bola Ditonton Ribuan Orang Saat PSBB, Kapolres Serang Bilang Tak Tahu

Regional
Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Gegara Unggahan Bernada Sumbang soal Covid-19, Pria Ini Disidang Bupati Banyumas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X