"Sekarang Pantura Diaspal, Paling Dua Hari Lagi Rusak"

Kompas.com - 29/07/2013, 08:12 WIB
Para pekerja melakukan perbaikan Jalur Pantai Utara (Pantura) di Alas Roban, Batang, Jawa Tengah, Minggu (28/7/2013). Rencananya proyek perbaikan ini akan rampung pada 10 hari sebelum Idul Fitri. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA Para pekerja melakukan perbaikan Jalur Pantai Utara (Pantura) di Alas Roban, Batang, Jawa Tengah, Minggu (28/7/2013). Rencananya proyek perbaikan ini akan rampung pada 10 hari sebelum Idul Fitri.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

BATANG, KOMPAS.com — Banyak pihak yang pesimistis hasil perbaikan jalur pantai utara atau pantura pra-Lebaran, Juli 2013, tak akan bertahan lama. Beban berat yang selalu ditanggung jalan, kondisi alam yang tidak menentu, serta kualitas material yang tak baik, mendukung perkiraan itu.

Sarjono, Pengawas Bina Marga ruas Poncowati dari Kementerian Perhubungan, misalnya. Ia tengah mengerjakan pelapisan aspal atau overlay di ruas jalan Alas Roban, Batang, Jawa Tengah, akses pemudik dari Tegal menuju ke Semarang. Namun, ia tak yakin perbaikan itu akan bertahan lama.

"Lihat aja truk-truk yang lewat, beratnya berapa? Puluhan ton kan pasti. Pantura, paling rusak lagi habis ini," ujarnya saat ditemui Kompas.com, di sela-sela perbaikan, Sabtu (27/7/2013).

Berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com dari Jembatan Timbang Lohsarang, Indramayu, Jawa Barat, satu hari ada sekitar 800 truk yang masuk jalur pantura. Jika demikian, berarti ada 2.400 truk per bulan. Dari jangka waktu itu, rata-rata 1.000 truk melanggar beban maksimal jalur pantura buatan Daendels, yakni 8-10 ton.

Sarifudin (42), salah seorang warga Kluwut, Brebes, Jawa Tengah, pun mengatakan hal senada. Pria yang tinggal persis di tepi Jalan Kluwut, jalan yang H-12 Lebaran tengah dalam perbaikan itu mengaku, tak terhitung berapa kali jalur pantura diperbaiki dan berapa kali jalanan tersebut rusak. Namun, Sarifudin tidak hanya menyalahkan beban berat yang ditanggung oleh jalan Pantura.

"Soalnya kondisi cuacanya juga enggak jelas. Siang panas lagi diaspal, tiba-tiba malamnya hujan deras, palingan dua hari rusak lagi jalanan itu," ujarnya.

Pantauan Kompas.com, kondisi tersebut terjadi di Jalan Ir H Juanda, tepatnya di Pasar Anyar Cikampek dari Cikopo menuju fly over Cikampek dan di sepanjang Jalan Ahmad Yani hingga memasuki Jalur pantura. Perbaikan jalan sempat dilakukan pada H-20 Lebaran. Namun, tak sampai satu minggu jalanan rusak lagi lantaran diguyur hujan.

Tak mau disalahkan

Nada berbeda diungkapkan sopir truk, salah seorang sopir truk gandeng, Saryanto (40). Pria yang telah menjadi sopir truk sejak tahun 1994 itu mengatakan, jalur pantura merupakan denyut nadi transportasi, khususnya pendistribusian barang dari barat ke timur Pulau Jawa. Jika demikian, seharusnya pemerintah meningkatkan kualitas pantura agar dapat digunakan dalam waktu lama.

"Jangan cuma nyalahin truk doang. Kita kan tugasnya ngangkut kebutuhan orang juga. Jalanannyalah ditingkatkan (kualitasnya), ini kan ndak, cuma diaspalin tok, wis rusak lagilah," ujarnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.