Kompas.com - 28/07/2013, 20:08 WIB
Terjangan air bah dari bendungan Wai Ela menghanyutkan empat gedung sekolah di Desa Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (25/7/2013) pagi tadi. KOMPAS.COM/RAHMAN PATTYTerjangan air bah dari bendungan Wai Ela menghanyutkan empat gedung sekolah di Desa Negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (25/7/2013) pagi tadi.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

AMBON, KOMPAS.com - Sungai Wai Ela, di Desa Negeri Lima, kini menjadi tempat rekreasi baru bagi ribuan warga di Ambon. Sejak hari pertama musibah banjir terjadi, ribuan warga telah datang ke tempat ini untuk menikmati pemandangan di sekitar sungai Wai Ela.

Selain karena penasaran dengan bekas perkampungan warga Negeri Lima, kedatangan ribuan warga di negeri lima ternyata untuk sekader berwisata di tempat tersebut. Pantauan Kompas.com Minggu (28/7/2013), ribuan warga dari berbagai penjuru di Pulau Ambon datang berbondong–bondong dan menyusuri kali Wai Ela tersebut.

Sepintas, pemandangan di sepanjang aliran sungai tersebut memang sangat indah dan menggoda. Di sisi kanan dan kiri kali tersebut terlihat mirip hamparan pasir yang luas. Para pengunjung semakin takjub jika mereka terus menyusuri sungai tersebut.

Sekitar 300 meter dari arah pantai, pengunjung akan menyaksikan tebing–tebing indah yang terbentuk setelah banjir menyapu kawasan tersebut. Rimbunnya pepohonan di sekitar kawasan itu juga menambah indahnya pemandangan sungai.

Dari situ, warga akan langsung melihat laut lepas dari kejauhan yang teduh dan biru. Kesan indah begitu terasa karena warga juga bisa langsung melihat sebuah pulau kecil yang terbentang tak jauh dari desa negeri lima.

Sayangnya, warga tidak diperbolehkan menyusuri sungai tersebut lebih jauh karena pada jarak sekitar 350 meter dari pantai, polisi telah berjaga dan melarang setiap warga untuk melewati garis polisi yang telah dipasang di kawasan tersebut. Hal ini dimaksudkan demi menjaga keselamatan warga yang mengunjungi kawasan itu.

Sejumlah pengunjung mengaku, selain untuk melihat kondisi para pengungsi serta reruntuhan perkampungan Negeri Lima, juga karena ingin menikmati panorama alam pemandangan sungai Wai Ela. "Kita sudah melihat–lihat kondisi para pengungsi dan saat ini kita sedang menikmati indahnya pemandangan sungai Wai Ela," kata Wati, salah seorang warga Kebun Cengkeh Ambon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ribuan pengunjung yang datang ini tak lupa membawa serta perbekalan dan dan makanan ringan sebagimana lazimnya. Mereka bahkan terlihat berpose di lokasi tersebut dengan ponsel dan juga kamera digital.

Warga mengaku, jika kawasan tersebut sangat indah untuk dijadikan tempat wisata baru di Pulau Ambon saat ini. "Coba lihat sendiri saja pemandangannya siapapun pasti akan kagum melihatnya," ujar Ida Lestaluhu, salah seorang pengunjung dari Tulehu, Kecamatan Salahutu.

Mulai dari ibu–ibu, orang dewasa, hingga anak–anak terlihat memadati kawasan ini, mereka mengaku sangat senang berada di kawasan tersebut. Banyak dari pengunjung yang datang, bahkan terlihat mencebur badan mereka di sungai yang airnya mulai jernih tersebut. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.