Kompas.com - 28/07/2013, 11:14 WIB
Ilustrasi: Longsor. KOMPAS.com/ JunaediIlustrasi: Longsor.
|
EditorKistyarini

KOLAKA, KOMPAS.com - Satuan Lalu Lintas Polres Kolaka dan Dinas Perhubungan Kolaka menetapkan 14 lokasi rawan kecelakaan di tiga jalur mudik di Kolaka, Sulawesi Selatan.

Penetapan itu dilakukan setelah dilakukan pemantauan secara menyeluruh terhadap tiga jalur mudik di Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Ketiga jalur mudik itu terdiri dari jalur mudik utara yang menghubungkan Kolaka dengan kabupaten lain serta perbatasan Sulawesi Tenggara-Sulawesi Selatan, jalur selatan (Kolaka dengan wilayah selatan Sultra) dan jalur timur (Kolaka-Kendari). .

Dari hasil pemantauan itu diketahui pula terdapat 11 daerah rawan longsor atau pohon tumbang.

Kasat Lantas Polres Kolaka AKP H Muhajir Almuraj SH mengimbau para pengguna jalan agar berhati-hati mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah Kolaka. Kondisi ini bisa memicu kecelakaan.

"Monitoring itu kita sudah lalui dan itu tadi titik yang harus diwaspadai, mulai dari daerah rawan laka hingga tanah longsor. Pihak kami juga telah menyebar spanduk peringatan kepada para pengendara. Spanduk itu berisikan imbauan agar berhati-hati. Nah, untuk jalan yang kondisinya rusak berat kita pasang garis polisi agar mudah dikenali pengendara," katanya, Minggu (28/7/2013).

Muhajir menambahkan, Sat Lantas Polres dan Dishub Kolaka telah bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

"Kita sudah gandeng Dinas PU Kabupaten dan Provinsi untuk antisipasi keburukan yang akan terjadi. Alat berat kita siapkan di daerah yang rawan longsor, begitupun anggota kami berjaga di daerah yang rawan laka (kecelakaan), khususnya jalur di luar kota," papar Muhajir.

Imbauan itu disampaikan pada para pemudik baik itu yang akan keluar maupun yang masuk ke Kolaka. "Sekiranya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Misalnya kendaraan dicek dengan benar. Ini di Kolaka curah hujan masih tinggi jadi harus ekstra hati-hati. Terlebih pengendara motor karena saya prediksi arus mudik Lebaran kali ini didominasi oleh kendaraan roda dua," ujarnya.

"Pokoknya kami berusaha mengimbau, menjaga dan menginformasikan para warga yang akan mudik agar berhati-hati," tegasnya.

Muhajir berharap deteksi daerah rawan kecelakaan dan tanah longsor di Kolaka bisa membantu masyarakat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.