Terkait Penembakan, Tim KY Datangi PN Gorontalo

Kompas.com - 26/07/2013, 17:07 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
GORONTALO, KOMPAS.com — Komisi Yudisial (KY) membentuk sebuah tim verifikasi dan validasi kasus penembakan yang menimpa Pengadilan Negeri (PN) Gorontalo Selasa (23/7/2013) lalu. Tim tersebut terdiri atas tiga orang, yaitu Heru Purnomo, Yohanes Kwantoro, dan Hendro Sukmono.

Ketiganya mendatangi PN Gorontalo Jumat (26/7/2013) sore. Dalam kunjungannya, tim sempat mengadakan pembicaraan tertutup selama sekitar 30 menit dengan Humas PN Gorontalo dan Hakim Royke Inkiriwang, hakim yang mobilnya ikut ditembaki pada saat kejadian.

Selain melakukan pembicaraan tertutup, ketiga utusan KY tersebut sempat menengok lubang bekas tembakan di kaca jendela ruangan bagian keuangan PN Gorontalo.

Tim juga mewawancarai Alan Jafar (32), saksi penembakan yang juga merupakan salah seorang staf PN Gorontalo.

Heru Purnomo yang diwawancarai wartawan menyebut kedatangan mereka sesuai dengan peraturan tentang KY Pasal 20 Ayat 1 huruf b, yaitu KY mempunyai tugas melakukan langkah hukum, dan langkah lain terhadap perbuatan orang atau sekelompok orang yang merendahkan martabat hakim.

Menurut Heru, KY beranggapan, peristiwa penembakan ini merupakan suatu perbuatan merendahkan martabat hakim, dan untuk itu timnya dibentuk sebagai upaya verifikasi dan validasi kasus ini.

Namun demikian, Heru menolak menyimpulkan kasus ini bukan kasus kriminal murni dan merupakan kasus pengancaman terhadap hakim. “Masih terlalu prematur, kita serahkan kepada Polda (Gorontalo) untuk bekerja,” ucap Heru yang juga merupakan Kepala Biro Advokasi dan Sumber Daya Manusia Komisi Yudisial.

Tim bentukan komisi Yudisial ini akan bekerja di Gorontalo selama kurang lebih dua hari. “Tergantung bagaimana keadaannya nanti,” kata Heru.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kristen Gray Dideportasi karena Pernyataan Bali Ramah LGBT, Ini Penjelasan Kemenkumham

Kristen Gray Dideportasi karena Pernyataan Bali Ramah LGBT, Ini Penjelasan Kemenkumham

Regional
Mengebut di Jalan, Pebalap Muda Pematangsiantar Meninggal akibat Tabrakan

Mengebut di Jalan, Pebalap Muda Pematangsiantar Meninggal akibat Tabrakan

Regional
Kepala Kantor Imigrasi Entikong Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pemerkosaan

Kepala Kantor Imigrasi Entikong Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pemerkosaan

Regional
Pascabanjir Bandang, Agro Wisata Gunung Mas Puncak Bogor Ditutup

Pascabanjir Bandang, Agro Wisata Gunung Mas Puncak Bogor Ditutup

Regional
Sederet Fakta Bocornya Puluhan Ribu Data Mahasiswa Undip, Diunggah Mahasiswa Teknik, Investigasi Libatkan UGM dan UI

Sederet Fakta Bocornya Puluhan Ribu Data Mahasiswa Undip, Diunggah Mahasiswa Teknik, Investigasi Libatkan UGM dan UI

Regional
Perkosa Penyandang Disabilitas dan Ancam Sebar Videonya, 2 Pemuda di Makassar Ditangkap

Perkosa Penyandang Disabilitas dan Ancam Sebar Videonya, 2 Pemuda di Makassar Ditangkap

Regional
686 Pengungsi Gempa Sulbar Tiba di Makassar, Dinsos Sulsel Siapkan Lokasi Penampungan

686 Pengungsi Gempa Sulbar Tiba di Makassar, Dinsos Sulsel Siapkan Lokasi Penampungan

Regional
Kristen Gray: Saya Berkomentar Mengenai LGBT dan Saya Dideportasi karena LGBT

Kristen Gray: Saya Berkomentar Mengenai LGBT dan Saya Dideportasi karena LGBT

Regional
Khofifah: Pemecatan Sekda Jember oleh Bupati Tidak Sah dan Cacat Prosedur

Khofifah: Pemecatan Sekda Jember oleh Bupati Tidak Sah dan Cacat Prosedur

Regional
Kristen Gray dan Pasangannya Dideportasi, Jalani Tes Swab Sebelum Dipulangkan ke AS

Kristen Gray dan Pasangannya Dideportasi, Jalani Tes Swab Sebelum Dipulangkan ke AS

Regional
4 Remaja Tipu Warga, Modus Minta Sumbangan Korban Gempa, Uangnya untuk Beli Minuman Keras

4 Remaja Tipu Warga, Modus Minta Sumbangan Korban Gempa, Uangnya untuk Beli Minuman Keras

Regional
Fakta Video Tiktok Perempuan Berdaster Pamer Celana Dalam di Tugu Pangkalpinang, Polisi Tangkap 3 Waria

Fakta Video Tiktok Perempuan Berdaster Pamer Celana Dalam di Tugu Pangkalpinang, Polisi Tangkap 3 Waria

Regional
Pelihara 15 Ekor Kasturi Tanpa Izin, Pemuda Asal Mempawah Kalbar Ditangkap Polisi

Pelihara 15 Ekor Kasturi Tanpa Izin, Pemuda Asal Mempawah Kalbar Ditangkap Polisi

Regional
2 Bocah Berusia 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan

2 Bocah Berusia 7 Tahun Tewas Tenggelam di Kubangan

Regional
Wali Kota Sutiaji Sebut Puluhan Warga Malang Terinfeksi Covid-19 akibat Libur Akhir Tahun

Wali Kota Sutiaji Sebut Puluhan Warga Malang Terinfeksi Covid-19 akibat Libur Akhir Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X