Kompas.com - 26/07/2013, 16:57 WIB
Warga berbondong-bondong menyaksikan Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumut, dari balik pagar di hari perdana pengoperasiannya, Kamis (25/7/2013). Meski kondisi belum sempurna, bandara seluas 1.365 hektare ini mulai beroperasi dan akan diresmikan pada September. TRIBUN MEDAN / DEDY SINUHAJIWarga berbondong-bondong menyaksikan Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumut, dari balik pagar di hari perdana pengoperasiannya, Kamis (25/7/2013). Meski kondisi belum sempurna, bandara seluas 1.365 hektare ini mulai beroperasi dan akan diresmikan pada September.
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com — Kendati bandara Kualanamu terbilang mewah, ada sejumlah fasilitas yang dianggap tak layak dan dikeluhkan penumpang. Beberapa di antaranya adalah pelayanan petugas dan fasilitas toilet.

Salah seorang calon penumpang pesawat, Jumari, menilai petugas bandara belum banyak yang paham keluhan penumpang karena masih baru bekerja. Selain itu, meski bandaranya sangat megah dan toiletnya bagus, penumpang tetap saja harus antre toilet.

"Di kamar mandi perempuan, tetap saja mengantre. Tak ada petugas kebersihan di situ tadi, jadi lantainya becek dan tisu berserakan," kata Jumari diamini istrinya saat ditemui di bandara Kualanamu, Jumat (26/7/2013).

Jumari adalah salah satu dari calon penumpang pesawat di Medan yang memilih berangkat pagi-pagi menuju bandara internasional Kualanamu, Jumat (26/7/2013). Dia takut terlambat karena masih belum mengenal situasi bandara Kualanamu di Kabupaten Deliserdang yang posisinya sekitar dua jam dari Kota Medan.

"Saya berangkat selepas sahur, walau saya terbang jam lima sore nanti. Takut saya macet di jalan dan bagaimana repotnya check in atau boarding pass karena belum tahu situasi bandara ini. Tadi saja saya sempat kebingungan dan banyak tanya-tanya," kata Jumari, warga Jalan Gaperta Ujung, Medan.

"Selesai semua urusan, saya baru cari tempat sedikit menyudut lalu tidur. Masih mengantuk soalnya. Banyak juga yang seperti saya, kasihan yang membawa bayi dan anak-anak, apalagi barang bawaannya banyak," katanya.

Pantauan di lapangan, banyak calon penumpang menggelar koran atau alas tidur seadanya lalu tidur tanpa terusik keramaian. Di sudut-sudut gedung yang belum terpakai juga banyak ditemui penumpang tertidur lelap.

Sumiati, ibu dua orang anak yang baru saja terjaga dari tidurnya terlihat malu-malu. Sambil mengusap mata dan merapikan pakaiannya dia mengaku sangat lelah dan mengantuk.

"Puasa aku, capek kali ke sini tadi. Harus buru-buru karena takut terlambat. Belum lagi repot bawa anak-anak dan barang-barang. Jauh kali bandara ini, masih enakan di Polonia dulu," katanya yang berencana akan mudik ke Pulau Jawa ini.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.