Ratusan Penumpang Masih Mendatangi Bandara Polonia

Kompas.com - 25/07/2013, 10:40 WIB
Pesawat terbang komersial parkir di apron Bandara Polonia yang berdekatan dengan permukiman di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (28/4/2012). Bandara Polonia yang resmi dibuka tahun 1928 dan saat ini kondisinya tidak mendukung sebagai bandara internasional dengan jumlah penumpang yang kian meningkat. Bandara ini akan segera digantikan Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang pada pertengahan 2013. KOMPAS/Iwan SetiyawanPesawat terbang komersial parkir di apron Bandara Polonia yang berdekatan dengan permukiman di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (28/4/2012). Bandara Polonia yang resmi dibuka tahun 1928 dan saat ini kondisinya tidak mendukung sebagai bandara internasional dengan jumlah penumpang yang kian meningkat. Bandara ini akan segera digantikan Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang pada pertengahan 2013.
|
EditorFarid Assifa

MEDAN, KOMPAS.com — Ratusan penumpang masih mendatangi Bandara Polonia, Medan, pada Kamis (25/7/2013) subuh. Mereka sepertinya belum mengetahui kalau bandara sudah berpindah ke Kualanamu Internasional Airport (KNIA) di Kabupaten Deli Serdang.

"Banyak yang terlambat dari subuh tadi. Mereka penumpang penerbangan pertama. Walau disediakan bus, mereka lebih memilih naik taksi karena takut terlambat," kata Edhi S, petugas yang berjaga di pintu masuk Bandara Polonia Medan yang sekarang menjadi Pangkalan TNI AU Soewondo.

Hero Sitepu, warga Sei Padang, Medan, salah satu penumpang tujuan Jakarta dengan maskapai penerbangan Mandala mengaku ia mendapat jadwal terbang pukul 12.00 WIB.

"Jam 07.00 saya sudah ke Carefour, tapi bus Damri-nya tak ada. Terpaksa aku balik ke Polonia, baru dapat busnya," kata Hero.

Sementara penumpang lain, Anita, mengatakan dirinya hanya mau mencoba bus karena dia sering bolak balik Medan-Jakarta.

"Anakku di Jakarta, jadi aku sering bolak-balik. Aku cuma mau tahu kayak mana rasanya naik bus ini," ucapnya.

Patar M Hutasoit, sopir Damri bandara dari Dinas Perhubungan Kota Medan, mengatakan, dia sudah tiga trip Medan-Kualanamu hari ini.

"Aku sudah stay di bandara sejak jam 03.00 WIB. Banyak penumpang yang terlambat dan belum tahu," katanya.

Menurutnya, ongkos Damri hanya Rp 15.000 dan jarak tempuh 1,5 jam. Tarif tersebut dinilai sudah wajar dan penumpang tidak keberatan.

Sementara itu, pantauan di lapangan, penumpang banyak yang tidak tahu tempat menunggu bus koridor Carefour. Tidak ada tanda-tanda atau petunjuk informasi apa pun.

Seorang petugas Dinas Perhubungan mengatakan, dalam dua atau tiga hari ini, akan ada spanduk pemberitahuan dan loket tiket untuk bus.

"Namanya mendadak. Dalam dua atau tiga hari ini bakal ada spanduk pemberitahuan. Nanti bus dan loket tempatnya di parkiran Carefour," katanya.

Di tempat terpisah, kereta api menjadi transportasi alternatif tercepat antimacet. Hari pertama soft operation, PT Railink membuka 10 trip perjalanan Medan-Kualanamu dan sebaliknya. Jarak dari pusat Kota Medan ke KNIA sekitar 29 km ditempuh selama 37 menit dengan tarif Rp 80.000.

Besarnya tarif sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 28/2012 yang disesuaikan dengan fasilitas dan pelayanan yang disediakan. Tiket dapat dibeli di stasiun KA KNIA dengan tunai atau menggunakan kartu prabayar, debit, kredit dari Bank Mandiri, BNI, BRI, BCA, Bank Mega dan Bank DKI, serta kartu berlogo Visa. Pemesanan dapat dilakukan maksimal tujuh hari sebelum keberangkatan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Regional
Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Regional
Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Regional
Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Regional
Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Regional
Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Regional
Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Regional
Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Regional
Terjangkit dari Ayah, Bayi 12 Bulan di Kutai Kertanegara Positif Covid-19

Terjangkit dari Ayah, Bayi 12 Bulan di Kutai Kertanegara Positif Covid-19

Regional
AirNav: Benda Misterius di Langit Kota Solo Balon Udara

AirNav: Benda Misterius di Langit Kota Solo Balon Udara

Regional
'Tahun Ini Lebih Parah, Belum Lebaran Sudah Banjir'

"Tahun Ini Lebih Parah, Belum Lebaran Sudah Banjir"

Regional
Silaturahmi Lebaran Virtual, Ganjar Mau Lagi, Risma Sebut yang Penting Sehat

Silaturahmi Lebaran Virtual, Ganjar Mau Lagi, Risma Sebut yang Penting Sehat

Regional
Terungkap, Benda Langit Misterius yang Bikin Geger Warga Yogyakarta, Ini Faktanya

Terungkap, Benda Langit Misterius yang Bikin Geger Warga Yogyakarta, Ini Faktanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X