Mantan Wali Kota Magelang Dituntut 4 Tahun Penjara

Kompas.com - 24/07/2013, 19:55 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com - Mantan Wali Kota Magelang Fahriyanto dituntut pidana empat tahun penjara pada sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (24/7/2013). Fahriyanto tersangkut kasus korupsi dana subsidi pembangunan Pasar Gotong Royong Magelang.

Dalam kasus ini, mantan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Magelang Sureni Adi juga mendapatkan tuntutan yang sama. Selain itu, keduanya juga dituntut denda masing-masing Rp50 juta atau setara enam bulan kurungan.

Kasus ini merupakan yang keempat bagi Fahriyanto. Pertama yakni kasus korupsi dana pengadaan buku ajar sekolah tingkat SD, SMP dan SMA, kemudian kasus korupsi penyelewengan APBD Magelang melalui Dana Tidak Tersangka (DTT). Selain itu, Fahriyanto juga terlibat kasus korupsi dana APBD Kota Magelang tahun anggaran 2002-2004 untuk asuransi jiwa anggota DPRD.

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Magelang Widodo mengatakan, perbuatan terdakwa telah memenuhi unsur tindak pidana korupsi. Pada Fahriyanto, jaksa juga menuntut kewajiban penggantian kerugian negara sebesar Rp 2,8 miliar atau setara 3 tahun penjara.

Kasus bermula pada 2007 saat dilaksanakan proyek pembangunan pasar baru di Pasar Gotong Royong. Saat pembangunan, pedagang dialihkan dan untuk kembali menempati, mereka harus membeli los dan kios dengan status hak guna bangunan.

Pemerintah Kota Magelang kemudian menggelontorkan dana sebesar Rp 2,827 miliar sebagai subsidi uang muka pembelian los dan kios. Dana subsidi bagi pedagang itu seharusnya cair setelah pemegang proyek PT Yoga Guna Sakti menyelesaikan pembangunan 70 persen. Namun pembangunan baru sekitar 50 persen, dana tersebut sudah dicairkan berdasarkan nota dinas yang diterbitkan Sureni Adi.

Dana dicairkan dalam tiga tahap. Sayangnya tidak ada dana yang dialirkan ke pedagang sesuai peruntukan. Dana justru ditampung di rekening Bendahara Pembantu, Sudarwastuti kemudian dialirkan ke Fahriyanto. Terdapat kuitansi penerimaan atas nama Setyo Raharjo yang terdapat paraf Fahriyanto.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani 'Rapid Test'

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani "Rapid Test"

Regional
Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Regional
Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Regional
Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Regional
Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Pantura Jateng Darurat Rob, Ganjar: Bupati/Wali kota Bantu Masyarakat Dulu

Regional
Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Penyebab Listrik Padam di Batam dan Bintan

Regional
Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Jalan Pantura Semarang Diterjang Banjir Rob, Motor Mogok dan Bahayakan Pengendara

Regional
Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Sambut “New Normal”, Dompet Dhuafa Pasang Tempat Cuci Tangan di Fasilitas Umum

Regional
New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

New Normal Masih Cukup Berat, PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang

Regional
Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Diduga Positif Covid-19, Dokter RSUD Kardinah Kota Tegal Meninggal

Regional
Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Kapolsek Nyaris Jadi Korban Penipuan Saat Ambil Uang di ATM

Regional
Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Dalam 2 Hari Wanita Ini Kehilangan Ayah, Ibu, dan Kakak, Salah Satu Terjangkit Covid-19

Regional
Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Tak Ada Merah Tua dan Hitam, Pemkot Surabaya: Protokol BNPB Hanya Ada 4 Warna

Regional
Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Terapkan Physical Distancing, Lampu Merah di Kota Ini Diatur ala Starting Grid MotoGP

Regional
Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Lalai Saat Ambil Sampel Swab, Tenaga Analis Labkes Batam Terpapar Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X