Reklame Ilegal Bertebaran di Pamekasan

Kompas.com - 24/07/2013, 17:46 WIB
Reklame liar berbau politik bertebaran di beberapa ruas jalan di Kabupaten Pamekasn. Reklame tersebut tidak mengantongi ijin dari pemerintah setempat. KOMPAS.com/TaufiqurrahmanReklame liar berbau politik bertebaran di beberapa ruas jalan di Kabupaten Pamekasn. Reklame tersebut tidak mengantongi ijin dari pemerintah setempat.
|
EditorFarid Assifa

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Meskipun pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden masih lama, tetapi sejumlah reklame berbau politik berukuran besar sudah bertebaran di beberapa ruas jalan, baik di dalam kota maupun desa di Kabupaten Pamekasan. Reklame tersebut rata-rata tidak mengantongi izin dari pemerintah.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di beberapa ruas jalan, reklame tersebut ada yang dipasang dengan permanen menggunakan besi yang ditanam kemudian dicor. Ada pula yang menggunakan bambu yang dipasang menempel ke beberapa pohon di pinggir jalan.

Dilihat dari gambarnya, reklame itu berisi pencitraan calon anggota legislatif dan ajakan memilih pada Pemilu Legislatif 2014 mendatang. Reklame itu bergambar mulai dari calon anggota DPR, DPRD Jawa Timur, dan DPRD Pamekasan. Misalnya Achsanul Qosasi, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat, dan Badrut Tamam, anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Kebangkitan Bangsa. Keduanya juga akan mencalonkan kembali menjadi anggota legislatif.

Terkait hal itu, Kepala Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu (KPPT) Pamekasan Muhammad Amin, Rabu (24/7/2013), mengatakan, reklame tersebut tidak ada yang mengantongi izin. Sebagian besar reklame dipasang di beberapa ruas jalan tanpa memperhatikan aturan yang ada di Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

"Sampai hari ini tidak ada yang mengajukan perizinan kepada kami. Jadi kami pastikan bahwa reklame tersebut dipasang secara ilegal," kata Amin.

Menurut Amin, keberadaan reklame ilegal bisa ditertibkan, tetapi itu bukan kewenangan KPPT. Namun, pihaknya bisa berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja sebagai penegak peraturan daerah serta Panwaslu Kabupaten Pamekasan.

"Silakan ditertibkan kalau memang melanggar kepada pihak yang berwenang. Yang jelas itu sudah melanggar aturan karena tidak mengantongi izin," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat (LekRa) Madura Ahmad Fauzi mengatakan, reklame ilegal sudah merugikan pemerintah karena kehilangan retribusi dari sektor pajak.

"Pemerintah harus tegas menindak reklame liar itu karena sudah mengganggu dan keberadaannya ilegal," ujar Fauzi.

Yang lebih mengherankan lagi, pemasang reklame itu bukanlah orang yang tidak mengerti aturan. Apalagi mereka adalah politisi yang juga wakil rakyat di Senayan ataupun di Jawa Timur.

Fauzi mencurigai adanya kongkalikong antara pemerintah dan politisi pemasang reklame. Menurutnya, kecurigaan itu sangat beralasan. "Kalau memang tidak mengantongi izin, pemerintah jangan diam. Sikat saja semua jangan ada tebang pilih," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mulai 6 Desember, Tarif Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda Surabaya Naik

Mulai 6 Desember, Tarif Tol Simpang Susun Waru-Bandara Juanda Surabaya Naik

Regional
Soal RS Ummi, Polisi Berencana Minta Keterangan IDI dan Sejumlah Ahli

Soal RS Ummi, Polisi Berencana Minta Keterangan IDI dan Sejumlah Ahli

Regional
Bawaslu Gunungkidul Telusuri Video Viral Bagi-bagi Uang

Bawaslu Gunungkidul Telusuri Video Viral Bagi-bagi Uang

Regional
Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Dugaan Pemicu hingga Kata Ridwan Kamil

Kota Bandung Zona Merah Covid-19, Dugaan Pemicu hingga Kata Ridwan Kamil

Regional
Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Regional
1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah 'Rapid Test' Ulang

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah "Rapid Test" Ulang

Regional
Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Regional
Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Regional
Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X