Ongkos Kirim Modul Garuda Wisnu Tahap Pertama Rp 100 Juta

Kompas.com - 24/07/2013, 15:08 WIB
 Sebanyak 13 unit truk pengangkut, yang akan mengantar 13 potongan atau modul pertama patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) menuju Bukit Ungasan, Bali diberangkatkan dari Workshop Studio Nyoman Nuarta Jalan Setra Duta Raya, Sarijadi, Kecamatan Sukasari Kota Bandung, Rabu (24/7/2013). KOMPAS.com/Putra Prima Perdana Sebanyak 13 unit truk pengangkut, yang akan mengantar 13 potongan atau modul pertama patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) menuju Bukit Ungasan, Bali diberangkatkan dari Workshop Studio Nyoman Nuarta Jalan Setra Duta Raya, Sarijadi, Kecamatan Sukasari Kota Bandung, Rabu (24/7/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto
BANDUNG, KOMPAS.com — Biaya pengiriman 13 modul potongan patung tembaga raksasa Garuda Wisnu Kencana (GWK) tahap pertama menggunakan 13 truk angkut selama dua hari terhitung mulai hari ini Rabu (24/7/2013) mencapai lebih dari Rp 100 juta.

Menurut Project Manager GWK, Djuki Ridwan, jumlah tersebut hanya untuk biaya operasional pengiriman dari Workshop Studio Nyoman Nuarta di Setra Duta Kota Bandung ke Bukit Ungasan, Bali.

"Sekitar Rp 100 juta lebih untuk dua hari ini. Kalau tidak salah jaraknya hampir 600 kilometer," kata Djuki disela-sela prosesi pelepasan.

Lebih lanjut, Djuki menambahkan, pengiriman modul-modul tersebut diupayakan dipercepat karena sudah mendekati arus mudik Lebaran. Dia mengaku optimistis, pada tanggal 28 Juli 2013 potongan segmen pertama GWK itu sudah siap dirangkai kembali di Bukit Ungasan.

"Kalau tidak cepat-cepat takutnya H-10 Lebaran itu sudah tidak boleh ada truk angkutan lewat," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Penumpang Positif Covid-19, Pelayaran Kapal Feri Buton-Wakatobi Dihentikan Sementara

Ada Penumpang Positif Covid-19, Pelayaran Kapal Feri Buton-Wakatobi Dihentikan Sementara

Regional
KPK Kembali Geledah Sejumlah Ruangan di Kantor Bupati Kutai Timur

KPK Kembali Geledah Sejumlah Ruangan di Kantor Bupati Kutai Timur

Regional
Pelaku Tetap Bekerja di Lokasi Pembunuhan Usai Membunuh Saudaranya karena Disebut Bodoh

Pelaku Tetap Bekerja di Lokasi Pembunuhan Usai Membunuh Saudaranya karena Disebut Bodoh

Regional
Banjarmasin Masuk Zona Hitam, Wali Kota Ancam Tempat Hiburan yang Beroperasi

Banjarmasin Masuk Zona Hitam, Wali Kota Ancam Tempat Hiburan yang Beroperasi

Regional
Menteri Nadiem Makarim Sebut SMAN 4 Sukabumi Luar Biasa

Menteri Nadiem Makarim Sebut SMAN 4 Sukabumi Luar Biasa

Regional
Viral, Foto Petugas Satpol PP Makassar dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta

Viral, Foto Petugas Satpol PP Makassar dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta

Regional
7 Pria Pemerkosa Ibu Muda di Hutan Ditangkap

7 Pria Pemerkosa Ibu Muda di Hutan Ditangkap

Regional
Cerita Peserta UTBK UGM yang Waswas Ikut Ujian di Tengah Wabah

Cerita Peserta UTBK UGM yang Waswas Ikut Ujian di Tengah Wabah

Regional
'Kalau Memang Lelah, Sudah Tidur di Situ, Istirahat karena Kurang Tidur'

"Kalau Memang Lelah, Sudah Tidur di Situ, Istirahat karena Kurang Tidur"

Regional
Kadis PPA Lampung: Dia Hanya Pendamping, Bukan Pegawai Negeri Maupun Pejabat Struktural

Kadis PPA Lampung: Dia Hanya Pendamping, Bukan Pegawai Negeri Maupun Pejabat Struktural

Regional
Emosi Disebut Bodoh, Seorang Pria Ini Bunuh Saudaranya Sendiri

Emosi Disebut Bodoh, Seorang Pria Ini Bunuh Saudaranya Sendiri

Regional
Karoseri Laksana Produksi Bus yang Terapkan Kursi Penumpang Berjarak

Karoseri Laksana Produksi Bus yang Terapkan Kursi Penumpang Berjarak

Regional
Serikat Buruh Desak Pemerintah Terbuka Soal 3 Perusahaan di Semarang Klaster Covid-19

Serikat Buruh Desak Pemerintah Terbuka Soal 3 Perusahaan di Semarang Klaster Covid-19

Regional
Pemerkosa Anak Korban Pemerkosaan Ditetapkan sebagai Tersangka

Pemerkosa Anak Korban Pemerkosaan Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
Menyoal Santri Pondok Gontor Asal Sidoarjo yang Positif Covid-19, Terpapar Ayah yang Bekerja di Bank

Menyoal Santri Pondok Gontor Asal Sidoarjo yang Positif Covid-19, Terpapar Ayah yang Bekerja di Bank

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X