Kompas.com - 24/07/2013, 13:59 WIB
Ilustrasi: Arus Mudik di Jalur Selatan - Pemudik melintas di Jalan Wates KM 12, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, yang merupakan bagian dari jalur selatan Pulau Jawa, Senin (13/8/2012).   KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOIlustrasi: Arus Mudik di Jalur Selatan - Pemudik melintas di Jalan Wates KM 12, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, yang merupakan bagian dari jalur selatan Pulau Jawa, Senin (13/8/2012).
|
EditorKistyarini

KOLAKA, KOMPAS.com — Dinas Perhubungan Kolaka, Sulawesi Tenggara, akan melakukan uji kelayakan terhadap semua kendaraan roda empat yang akan keluar dari wilayah Kolaka. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi arus mudik Lebaran.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kolaka Amran Firdaus, kendaraan yang akan diperiksa bukan hanya angkutan umum dengan rute luar Kolaka, tetapi juga kendaraan pribadi.

"Berbicara masalah keselamatan dan kelancaran arus mudik kita tidak melihat di sisi angkutan umum luar kota saja, tetapi kendaran pribadi juga menjadi sasaran kami. Memang semua yang akan keluar dari Kolaka kita uji kelayakannya. Tidak menutup kemungkinan jumlahnya sampai ribuan kendaraan nantinya," ungkap Amran Firdaus, Rabu (24/7/2013).

Menurut dia, uji kelayakan ini diharapkan bisa menekan angka kecelakaan. "Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, rata-rata kecelakaan mobil bus antarprovinsi. Ini yang akan kita tegasi nantinya. Anggota yang berjaga di sejumlah titik arus mudik pun saat ini sudah mulai bersosialisasi tentang keselamatan berkendara," ujarnya.

Firdaus menambahkan, yang akan membeludak saat arus mudik nantinya adalah kendaraan roda dua. "Kalau motor pasti nantinya sangat membeludak, tetapi sebenarnya di Kolaka sudah tersedia berbagai fasilitas darat, udara, dan laut. Jadi banyak alternatif lain bagi para pemudik," ujarnya.

Dinas Perhubungan mengimbau agar para pemudik di Kolaka menggunakan jasa alternatif.

"Kalau jalur udara itu sudah ada Kolaka-Makassar yang tiap hari tiga kali jadwal penerbangan. Tujuan Kolaka-Bone dua kali seminggu. Jalur laut bisa gunakan feri dengan rute Pelabuhan Kolaka-Bajoe, itu enam kali keberangkatan. Belum lagi kapal cepat, rutenya dari pelabuhan Kolaka ke Siwa dan Bajoe, itu juga tiap hari. Jadi banyak pilihan alternatif, lah," kata Amran.

Dijelaskan pula, tahun ini lonjakan arus mudik tidak terlalu besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi banyaknya pendatang dari luar Kolaka yang memilih pulang kampung lebih dini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X