Siapa Bilang PNS Tak Bisa Terima Parsel?

Kompas.com - 24/07/2013, 13:55 WIB
 Suasana di Toko Parcel 'Neng', di Jl Cimanuk Garut, Jawa Barat, Selasa (22/7/2013). Kompas.com / Syahrul Munir Suasana di Toko Parcel 'Neng', di Jl Cimanuk Garut, Jawa Barat, Selasa (22/7/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto
GARUT, KOMPAS.com — Banyak jalan menuju Roma. Kira-kira begitulah kata yang pas untuk menggambarkan kelihaian kalangan PNS untuk bisa tetap menerima parsel Lebaran meski telah ada ketentuan yang melarangnya.

Pengakuan salah seorang pengusaha parsel di Garut, Jawa Barat, ini mungkin adalah salah satu modusnya. "Siapa bilang PNS tidak lagi nerima parsel. Tetep saja, cuma caranya berbeda," kata L, Rabu (24/7/2013) siang.

Sebelum adanya ketentuan larangan PNS menerima parsel, parsel Lebaran yang untuk para pejabat atau PNS biasanya diantarkan langsung ke kantor. Namun, cara itu sekarang tidak lagi ditempuh.

"Kalau diantar ke kantor kan kliatan tuh, jadi pada tahu kan. Sekarang mah, misalnya dari perusahaan ya biasanya ditinggal di toko, tapi barang sudah dibayar. Nanti yang menerima ambil sendiri bawa kuitansi atau voucer," ujarnya.

Pascaramai-ramai dikeluarkannya imbauan tentang larangan PNS menerima parsel, sejumlah perusahaan atau kantor memilih untuk "tiarap" guna menghindari ancaman hukuman. Heru, seorang pegawai CIMB Niaga Garut, mengaku, pemberian parsel hanya ditujukan kepada para relasi.

"Tidak ada untuk pejabat, yang dibagi hanya relasi. Ini juga saya baru survei, belum pasti beli di sini," kata Heru saat melihat-lihat parsel di sebuah kawasan perbelanjaan di Garut.

Aturan tetaplah aturan. Namun, masih banyak cara atau celah untuk menyiasatinya. Setidaknya ini melegakan bagi para pengusaha parsel yang tak ingin omzetnya turun. "Gak ada khawatir, soalnya tetep saja ramai. Ke pejabat juga gak terlalu banyak," kata L.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Regional
Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Regional
Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Regional
OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

Regional
Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Regional
Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
Sempat Unggah Foto dan Tulisan 'Takut Gempa Susulan', Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Sempat Unggah Foto dan Tulisan "Takut Gempa Susulan", Gita Meninggal Tertimpa Reruntuhan di Mamuju

Regional
Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Video Seorang Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Mamuju Jadi Viral, Ini Penjelasan Tim SAR

Regional
Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Cuaca Ekstrem di Sulut, Air Naik ke Permukiman Warga di Sangihe

Regional
Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Ini Aturan Baru soal Syarat Masuk ke Kepri Melalui Laut dan Udara

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Gempa Magnitudo 5,1 di Sulawesi Utara, Terasa di Bitung dan Tondano

Regional
Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Jenazah Kopilot Fadly Tiba, Sang Ayah: Dia Gugur Dalam Tugas, Semoga Syahid

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Terjadi di Majene

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X