Kompas.com - 24/07/2013, 07:29 WIB
Petugas dari tim gabungan Disdagsar Kabupaten Magelang sedang memeriksa sejumlah makanan ringanyang dijual di toko oleh-oleh di wialayah Kecamatan Mertoyudan, Selasa (23/7/2013) KOMPAS.com/Ika FitrianaPetugas dari tim gabungan Disdagsar Kabupaten Magelang sedang memeriksa sejumlah makanan ringanyang dijual di toko oleh-oleh di wialayah Kecamatan Mertoyudan, Selasa (23/7/2013)
|
EditorPalupi Annisa Auliani
MAGELANG, KOMPAS.com — Puluhan bungkus makanan ringan kedaluwarsa ditemukan masih beredar di sejumlah toko oleh-oleh di Kota Magelang, Jawa Tengah. Selain itu, banyak juga kemasan makanan ringan yang rusak.

"Melalui razia ini, kami ingin melindungi konsumen dari oknum yang tidak bertanggung jawab, khususnya menjelang Lebaran ini," kata Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Distribusi Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang, Anang Kusbandriyanto, Selasa (23/7/2013).

Anang menyebutkan, temuan makanan ringan kedaluwarsa antara lain ditemukan di toko oleh-oleh di kawasan Mertoyudan. Makanan itu termasuk bakpia, dodol, jenang, dan aneka keripik. Menurut Anang, pemilik toko mengatakan makanan kedaluwarsa sudah dipisahkan ke rak belakang. "Namun, kenyataannya makanan-makanan itu ada di rak di area jual. Jika ini masih dilakukan, kami tidak segan akan memberi sanksi kepada pemilik," ujar dia.

Sementara itu, dalam razia yang dilakukan di wilayah Muntilan, petugas tidak menemukan makanan yang berbahaya. Semua makanan yang dijual di toko oleh-oleh masih layak konsumsi.

Kasi Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang, Bintoro, makanan kedaluwarsa dapat berakibat buruk pada kesehatan bila dikonsumsi karena rentan sudah mengandung racun. Karena itu, masyarakat diimbau untuk hati-hati dan teliti ketika membeli makanan ringan.

Bintoro menambahkan, para pedagang pun diwajibkan memasang dengan jelas tanggal kadaluwarsa produk makanan yang dijualnya. "Tidak jarang cap kedaluwarsa tidak jelas. Seharusnya, ditaruh di tempat atau bagian kemasan yang mudah dilihat. Perhatikan juga kondisi kemasan makanan ketika hendak dijual," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.