13 Modul Potongan Pertama Garuda Wisnu Kencana Rampung

Kompas.com - 23/07/2013, 18:20 WIB
Seniman patung Nyoman Nuarta menjelaskan pembuatan patung Garuda Wisnu Kencana di Workshop Studio Nyoman Nuarta, Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/7/2013). KOMPAS/ WAWAN H PRABOWOSeniman patung Nyoman Nuarta menjelaskan pembuatan patung Garuda Wisnu Kencana di Workshop Studio Nyoman Nuarta, Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/7/2013).
|
EditorGlori K. Wadrianto

BANDUNG, KOMPAS.com —
Sedikit demi sedikit potongan rangka dari patung raksasa Garuda Wisnu Kencana (GWK) rampung. Rencananya, Rabu (24/7/2013) besok, sebanyak 13 modul rangka potongan patung GWK berkulit tembaga dan kuningan rancangan I Nyoman Nuarta yang dibuat di Nuarta Galery Jalan Setra Duta, Kecamatan Sarijadi, Kota Bandung, akan dikirimkan ke Bukit Ungaran.

I Nyoman Nuarta mengaku optimistis mimpinya yang tertunda selama 25 tahun akan selesai paling lama dua tahun ke depan. Tepatnya di tahun 2015. "Sebenarnya tahun ini saya optimistis GWK selesai. Karena umur saya sudah cukup tua. Ini mimpi saya sebelum punya cucu," ujar Nuarta di Nuart Sculpture Park, Selasa (23/7/2013).

Dijelaskan Nuarta, tiap-tiap modul potongan dari GWK berukuran 40x40 meter dibentuk dari lembaran-lembaran tembaga dan kuningan dengan ukuran kurang lebih 30 sentimeter berbentuk segitiga. Lembaran tersebut kemudian direkatkan menutupi rangka stainless steel hingga membentuk modul-modul.

Ke-13 modul-modul tersebut rencananya akan dikirimkan ke Bali melalui jalan darat dengan menggunakan truk. Satu truk, diupayakan dapat mengangkut dua potongan modul. "Kalau seluruhnya selesai, perhitungannya bisa sampai 500 trailer," imbuhnya.

Nuarta menambahkan, untuk mendapatkan 13 modul yang akan dikirimkan tersebut, dibutuhkan sebanyak 11.000 lembar tembaga dan kuningan. "Kita juga memperkerjakan 100 tenaga kerja," kata dia.

GWK dipastikan berdiri menjulang setinggi 226 meter di atas permukaan laut dengan perincian tinggi patung 126 meter dan ketinggian tanahnya 100 meter di atas permukaan laut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

5 Tukang Becak Iuran untuk Ganti Bendera Merah Putih yang Lusuh, Ini Kisahnya

Regional
Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Cerita Jayani Rawat Al Quran Tulisan Tangan Berusia Hampir 200 Tahun

Regional
Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Fakta Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Alasan Penertiban hingga ASN Jadi Korlap

Regional
Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Agar Program Diketahui Publik, Paslon di Pilkada Mataram Cantumkan Barcode di Spanduk

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Seorang Pemuda Tewas Diduga Gantung Diri, Tulis Pesan di Buku Tabungan

Regional
2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

2 dari 3 Debat Kandidat Pilkada Makassar Bakal Berlangsung di Jakarta

Regional
Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Kabupaten Banyumas Akan Dimekarkan Jadi 3 Daerah Otonom

Regional
Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Stadion Mattoanging Dibangun Ulang, Telan Anggaran hingga Rp 1 Triliun

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Antisipasi Kelangkaan Pangan, IPB Serukan Revolusi Meja Makan

Regional
'Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas'

"Saya Lihat Narik-narik Senar Layangan, Kemudian Saya Lari Takut Senar Layangannya Lepas"

Regional
'Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan'

"Kami Terkena Gas Air Mata, Banyak yang Sesak Napas dan Pingsan"

Regional
Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Antre Pencairan BPUM Membeludak sejak Subuh, Ternyata Salah Informasi

Regional
Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Kronologi Pria Diduga Depresi Tewas Ditembak, Tetap Menyerang Polisi Usai Diberi Peringatan

Regional
'Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini'

"Ini Bendera yang Diperjuangkan Para Pahlawan, Pejuang Bangsa, Kok sampai Seperti Ini"

Regional
Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Tiba-tiba Serang Polisi, Seorang Pria yang Diduga Depresi Tewas Ditembak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X