Dua Jenazah Terduga Teroris Dibawa ke Surabaya

Kompas.com - 22/07/2013, 12:11 WIB
Personel polisi menjaga ketat ruang jenazah RS Bhayangkara, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (22/7/2013). Di ruang itu disimpan dua jenazah yang diduga teroris. Kompas.com/ M. Agus Fauzul HakimPersonel polisi menjaga ketat ruang jenazah RS Bhayangkara, Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (22/7/2013). Di ruang itu disimpan dua jenazah yang diduga teroris.
|
EditorFarid Assifa

KEDIRI, KOMPAS.com — Setelah sempat disimpan di RS Bhayangkara Kota Kediri, Jawa Timur, dua jenazah terduga teroris yang tewas ditembak oleh pasukan Densus 88 di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (22/7/2013), akhirnya dipindah ke Surabaya.
 
Dari pantauan di rumah sakit, kedua jenazah tersebut dibungkus dua kantong mayat warna kuning. Masing-masing jenazah satu kantong. Keduanya dimasukkan ke satu mobil ambulans, lalu meluncur pergi dengan pengawalan dua mobil Patwal. Masing-masing mobil Patwal menempati posisi di depan dan belakang mobil ambulans.
 
Selama evakuasi itu, suasana rumah sakit dijaga ketat oleh personel polisi dan Brimob. Mereka juga dipersenjatai senapan laras panjang. Bahkan, kamar jenazah juga diberi garis polisi untuk menghalau pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
 
"Pengamanan ini sudah protap, harus steril. Untuk statement, nanti ada khusus dari Mabes Polri," kata Kapolres Kediri Kota AKBP Ratno Kuncoro ditemui di lokasi rumah sakit.
 
Setelah adanya hal ini, Ratno menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pantauan sekaligus peningkatan keamanan Kota Kediri.
 
Sebelumnya diberitakan, dua orang terduga teroris ditembak di lingkungan Kedungwaru Tulungagung, tepatnya kawasan rumah sakit lama, pagi tadi. Selain dua orang tewas tertembak, juga masih ada dua lainnya yang selamat. Kedua terduga teroris yang selamat kini diamankan Densus 88.
 
Meskipun demikian, belum diketahui identitas maupun dari kelompok mana para terduga teroris itu berasal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X